Langkah ini juga selaras dengan laporan dari Pusat Kajian Strategis Kementan yang menyebut bahwa peningkatan riset adaptif dapat menurunkan ketergantungan impor hingga 35% dalam lima tahun jika didukung dengan regulasi serta pendanaan yang konsisten.
Selain Kemendikbudristek, hadir dalam pertemuan tersebut juga Menteri Pertahanan dan Wakil Menteri Pertanian, menunjukkan bahwa program kemandirian pangan menjadi perhatian lintas kementerian.
Pemerintah menargetkan hasil nyata dari riset terapan ini bisa diimplementasikan mulai akhir 2025.
Baca Juga: Triliunan Rupiah Digelontorkan, jagung dari petani jadi Komoditas Emas Baru?
Optimisme untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdiri di atas kaki sendiri dalam hal pangan semakin kuat dengan semangat kolaboratif dan berbasis data.
Diharapkan, langkah ini tidak hanya mengurangi impor, tapi juga meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar global.***
Artikel Terkait
Tangkal Terorisme, Nigeria Usulkan Pagar Total di Perbatasan Empat Negara
Tarif Trump dan Masalah Logistik Tekan Kepercayaan Bisnis di Afrika Selatan
Rumah Bersama Indonesia Jadi Benteng Aman Perempuan dan Anak di Sumbar
Krisis Agraria Sawit di Kalbar: 66 Perusahaan Belum Kantongi HGU, 131 Ribu Hektare Terlantar
Mantan Terpidana Bom Bali 2002 Buka Usaha Kopi, Janji Sisihkan Penghasilan untuk Korban
Maskapai Dunia Kembali Hentikan Penerbangan ke Israel Setelah Serangan Rudal
Ancaman Rudal dan Penutupan Wilayah Udara Semakin Membebani Maskapai Dunia
3 Kunci Sukses Koperasi dan Masa Depan Kopdes Merah Putih
India Gelar Sensus Nasional 2027: Pendataan Kasta Kembali Jadi Perdebatan
Sulteng Dorong Status Bandara SIS Aljufri Jadi Gerbang Global