Mengutip data dari Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi lebih dari 52% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal pertama 2025.
Oleh karena itu, menjaga daya beli melalui stimulus fiskal menjadi pilihan logis di tengah tekanan ekonomi global dan tren perlambatan ekonomi Tiongkok dan negara-negara Eropa.
Dalam rapat tersebut, Erick Thohir menegaskan bahwa Kementerian BUMN akan mendukung penuh kebijakan ini dengan memastikan pelaksanaan diskon dan insentif berjalan efektif.
Baca Juga: Masyarakat Diajak Berpendapat demi Masa Depan Beras Fortifikasi yang Lebih Bergizi
“Insya Allah, kebijakan ini bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Indonesia,” ujar Erick.
Sebelumnya, Bank Dunia juga menyarankan Indonesia untuk terus memperkuat jaringan pengaman sosial dan memperluas stimulus fiskal yang tepat sasaran untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah kondisi ekonomi global yang menantang.
Paket stimulus ekonomi ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam mengarungi semester kedua 2025 yang penuh tantangan. Harapannya, kebijakan ini mampu menjadi bantalan ekonomi bagi masyarakat sekaligus motor penggerak roda ekonomi nasional.***
Artikel Terkait
Harga Minyak Naik Tajam, OPEC+ Pilih Konsistensi Ketimbang Kejutan
Pelantikan Serentak Dua Bupati dan TP-PKK Sukses Warnai Awal Juni 2025 di Sulteng
Dolar AS Melemah Akibat Ketegangan Tarif Baja dan Hubungan Dagang dengan China
Negara Tak Bisa Dipermainkan: Prabowo Tegaskan Sanksi Bagi Pengkhianat Bangsa
Trump Naikkan Tarif Baja, Korea dan Vietnam Kena Getahnya?
Lumbung Ekonomi Nasional: Pertanian Kuasai Pertumbuhan dan Lapangan Kerja di 2025
Masyarakat Diajak Berpendapat demi Masa Depan Beras Fortifikasi yang Lebih Bergizi
Dapat Uang Tunai dan 20 Kg Beras! Ini Kejutan dari Program Kartu Sembako
Tiba-Tiba Dapat 20 Kg Beras dan Uang Tunai! Ini Rahasia Bantuan Baru Pemerintah yang Bikin Kaget Warga
Pemerintah Gelontorkan Rp24 Triliun untuk Liburan Murah dan Perlindungan Sosial