“Saya sendiri hadir dalam Sidang OECD di Paris pada akhir Maret 2025. Tidak ada isu seperti yang diberitakan oleh media Israel tersebut,” jelasnya.
Yusril menegaskan bahwa pencalonan Indonesia sebagai anggota OECD murni didasari kepentingan strategis nasional, dan tidak memerlukan persetujuan diplomatik dari seluruh negara anggota.
“Tidak ada ketentuan yang mewajibkan negara calon anggota OECD harus punya hubungan diplomatik dengan semua negara anggotanya,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Yusril juga menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menyatakan bahwa Indonesia bisa saja membuka hubungan diplomatik dengan Israel, dengan satu syarat mutlak: Israel harus lebih dahulu mengakui kemerdekaan Palestina.
Baca Juga: Israel Selalu dan Selalu Ingkar Janji Saat Gencatan Senjata Tetap Menyerang Warga Palestina
“Israel harus terlebih dahulu mengakui kemerdekaan Palestina. Barulah Indonesia bisa mempertimbangkan kemungkinan hubungan diplomatik,” ujar Yusril menegaskan.
Seperti diketahui, laporan Ynet pada 28 Mei 2025 menyebut bahwa pembicaraan tertutup antara RI dan Israel sudah berlangsung sejak 2024, sebagai bagian dari lobi keanggotaan OECD. Namun klaim tersebut kini terbantahkan secara terbuka oleh Menko Kumham Imipas. ***
Artikel Terkait
Debut di Forum Keamanan Asia, Menhan AS Pete Hegseth Usung Visi Baru dan Tantang Pengaruh Tiongkok
Tak Hanya Tajam di Lapangan, Inilah Sisi Lain Nicolas Jackson
Google Mulai Jual Langsung Pixel di India, Siapkan Toko Fisik Pertama di Luar AS
Dari Lapangan Hijau ke Jalan Hidayah: Sisi Lain Ragnar Oratmangoen
200 Personel Polresta Palu Diterjunkan Amankan Gereja Dan Tempat Wisata Selama Libur Panjang
Ahmad Ali Soroti Hasil Seleksi Akpol Polda Sulteng: Tidak Ada Satupun Putra Daerah Lolos
Kementerian Ketenagakerjaan Terbitkan SE Larangan Diskriminasi Rekrutmen, Menaker: Perusahaan Harus Lebih Adil dan Transparan
Syarat Batas Usia Masih Diperbolehkan Dalam Loker, Ini Ketentuan Lengkapnya Menurut SE Menaker
KPK Usut Dugaan Korupsi Perizinan TKA di Kemenaker, Rp53 Miliar Diduga Mengalir Sejak 2019
Presiden Prabowo Dampingi Emmanuel Macron Kunjungi Candi Borobudur, Simbol Eratnya Diplomasi RI–Prancis