JAKARTA,METROSELEBES.COM-Di balik sorotan publik sebagai pemain Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen menyimpan kisah inspiratif yang jarang diketahui banyak orang. Pemain keturunan Maluku ini tidak hanya mengandalkan kemampuannya di lapangan hijau, tetapi juga menunjukkan sisi lain sebagai pribadi yang religius, nasionalis, dan peduli sosial.
Baca Juga: Google Mulai Jual Langsung Pixel di India, Siapkan Toko Fisik Pertama di Luar AS
Ragnar memeluk Islam pada usia 15 tahun, sebuah keputusan besar yang ia ambil setelah terinspirasi dari teman-temannya yang rutin mengajaknya ke masjid. Baginya, Islam bukan hanya keyakinan, tetapi bagian terpenting dalam hidupnya. “Saya menemukan kedamaian dan arah hidup sejak menjadi mualaf,” ujar Ragnar dalam sebuah wawancara.
Tak hanya religius, Ragnar juga dikenal karena kepekaan sosialnya. Ia kerap terlibat dalam berbagai kegiatan yang mendukung kaum difabel. Aksinya ini menjadi bukti bahwa kepeduliannya tidak hanya berhenti di atas lapangan, tetapi juga menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga: Tak Hanya Tajam di Lapangan, Inilah Sisi Lain Nicolas Jackson
Meskipun baru bergabung dengan Timnas Indonesia, Ragnar menunjukkan kecintaan luar biasa terhadap Tanah Air. Ia rutin menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya", bahkan kerap berlatih menyanyikannya bersama sang istri. “Saya merasa menjadi bagian dari Indonesia, bukan hanya karena darah keturunan, tapi karena saya memahami kehidupan masyarakat Muslim di sini,” jelasnya.
Ragnar tak ragu membagikan kisah perjalanannya menuju Islam dan bagaimana ia bisa begitu mencintai Indonesia. Ketulusan dan keterbukaannya ini menjadi inspirasi tersendiri bagi para penggemar dan masyarakat luas.
Baca Juga: Debut di Forum Keamanan Asia, Menhan AS Pete Hegseth Usung Visi Baru dan Tantang Pengaruh Tiongkok
Di balik segala pencapaiannya, Ragnar juga mengakui bahwa dirinya tidak selalu bisa tampil maksimal di lapangan. Cedera dan faktor lain menjadi tantangan yang ia hadapi. Namun, ia tidak menjadikan itu alasan untuk menyerah.
Meski sempat harus absen dari Timnas akibat cedera, Ragnar tetap menunjukkan semangat juang dan mental baja. Ia yakin bahwa kesempatan akan kembali datang dan dirinya akan lebih siap dari sebelumnya.
Artikel Terkait
Kopdes Merah Putih Tembus 60 Ribu Unit, Bukti Gotong Royong Bangun Ekonomi Desa
Gubernur Anwar Hafid Apresiasi Dukungan Partai Gema Bangsa Terhadap Program “Sembilan Berani”
146 Peserta Lolos Rikkes Tahap I Siap Lanjut Seleksi Polri di Polda Sulteng
Presiden Prabowo Raih Kepercayaan Tertinggi, Bukti Awal Kepemimpinan Berbuah Positif
GPM Juni 2025: Serbuan Harga Pangan Murah, Solusi Jitu Jelang Iduladha
Langkah Strategis Perkuat Ekonomi Lokal: Kopdes Merah Putih Balai Gadang Diresmikan di Padang
Palu Waterfront Street Food Siap Saingi Baruga, Kawasan Kuliner Kreatif Terpanjang di Sulawesi Tengah
Debut di Forum Keamanan Asia, Menhan AS Pete Hegseth Usung Visi Baru dan Tantang Pengaruh Tiongkok
Tak Hanya Tajam di Lapangan, Inilah Sisi Lain Nicolas Jackson
Google Mulai Jual Langsung Pixel di India, Siapkan Toko Fisik Pertama di Luar AS