JAKARTA, METROSELEBES.COM — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyerukan penyederhanaan regulasi sebagai langkah krusial untuk mewujudkan kedaulatan energi nasional.
Seruan ini disampaikan dalam sambutannya pada Konvensi dan Pameran Tahunan Indonesian Petroleum Association (IPA) ke-49.
Presiden menegaskan bahwa potensi energi Indonesia sangat besar, termasuk puluhan blok minyak dan gas (migas) yang siap ditawarkan secara besar-besaran kepada investor.
Namun, Prabowo menyoroti bahwa keruwetan regulasi menjadi penghambat utama bagi iklim investasi di sektor energi.
Olehnya Persiden Republik Indonesia ke 8 ini menyerukan Penyederhanaan Regulasi Energi.
Baca Juga: Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%: Optimisme Tinggi di Tengah Tantangan Berat
"Saya minta badan-badan regulasi sederhanakan regulasi. Saya ulangi, sederhanakan regulasi," tegas Prabowo. "Pejabat yang tidak mau sederhanakan regulasi akan saya ganti, akan saya copot. Banyak anak-anak muda yang menunggu diberi kesempatan."
Ia menyatakan bahwa budaya birokrasi yang kaku dan lamban harus segera ditinggalkan.
Prabowo menyindir cara berpikir kuno di kalangan pejabat yang justru memperumit proses yang bisa disederhanakan.
"Cara berpikir seperti itu tidak perlu lagi kita biarkan di republik yang kita cintai ini. Pejabat pemerintah dan regulator adalah pelayan masyarakat, bukan penghambat. Mereka harus mendukung dan membantu semua pihak yang ingin bekerja di Indonesia," tegasnya.
Baca Juga: Darurat Demokrasi atau Tafsir Ekonomi? Ungkap Rahasia Konstitusi Bersama Ahlinya
Pemerintah, lanjut Prabowo, telah menyiapkan berbagai fasilitas strategis, termasuk dana investasi melalui Danantara Indonesia, untuk mempercepat pengembangan sektor energi nasional.
Di akhir sambutannya, Presiden menekankan pentingnya perubahan budaya kerja dan pola pikir di lingkungan birokrasi.
Artikel Terkait
Kadin China Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Siap Bangun 1.000 Dapur Bergizi
Bojan Hodak Dinobatkan Sebagai Pelatih Terbaik Liga 1 2025, Usai Antar Persib Ukir Sejarah Juara Beruntun
8 Kesalahan Umum dalam Pengelolaan Koperasi Desa yang Harus Dihindari
Puan Maharani Terima Kunjungan PM Republik Rakyat Tiongkok Li Qiang di Kompleks Parlemen
Menko Airlangga Ajak Komunitas Bisnis Dukung Pencapaian SDGs Lewat Investasi Infrastruktur Berkelanjutan
Presiden RI Disambut Meriah di Malaysia, Hadiri KTT ASEAN ke-46 Bahas Inklusivitas dan Ekonomi Hijau
Gus Ipul: Bukan Bantuan yang Menguatkan Bangsa, Tapi Jiwa Pengabdian Sosial
Ternyata Selama Ini Kita Salah! Bagian Ini yang Jadi Kacang Mete, Bukan Buahnya
Darurat Demokrasi atau Tafsir Ekonomi? Ungkap Rahasia Konstitusi Bersama Ahlinya
Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%: Optimisme Tinggi di Tengah Tantangan Berat