internasional

Trump Sebut Energi Terbarukan Tak Stabil, Data Justru Tunjukkan Texas Makin Andal dan Murah

Kamis, 10 Juli 2025 | 18:30 WIB
Domba merumput di bawah panel surya untuk menjaga pertumbuhan vegetasi di Haskell, Texas, AS. Ladang surya ini menggunakan panel bifasial, yang menyerap daya dari bagian atas dan bawah panel. 2 Desember 2024. Source FOTO: REUTERS

“Jaringan listrik kita seperti truk tua yang berkarat dan sedang dipaksa menempuh beban berat,” kata Tom Bullock, Direktur Eksekutif Citizens Utility Board of Ohio.

 

DOE menyebut Texas hanya berpotensi mengalami 149 jam defisit listrik dalam skenario serupa. “Ini menunjukkan bahwa ERCOT telah memperbaiki banyak kerentanan jaringan listriknya,” kata juru bicara DOE, Ben Dietderich.

 

Kebijakan Trump yang ingin menghapus subsidi energi bersih dikhawatirkan bisa mengganggu stabilitas sistem yang sudah dibangun selama bertahun-tahun. Frank Rambo dari Horizon Climate Initiative menyebut langkah ini bisa membuat seluruh perencanaan energi nasional menjadi kacau.

Baca Juga: BYD Ungguli Tesla? Mobil Listriknya Dijamin Aman Saat Parkir Otomatis

“Inisiatif Trump ini seolah membawa kita mundur, bukan maju,” ujarnya.

 

Meski Gedung Putih belum memberikan komentar, Menteri Energi AS Chris Wright menyambut pemotongan subsidi ini dan menyebutnya sebagai langkah menuju “energi yang lebih andal dan hemat biaya”.

Baca Juga: BYD Ungguli Tesla? Mobil Listriknya Dijamin Aman Saat Parkir Otomatis

Namun, bagi Texas dan beberapa negara bagian lain yang sudah jauh melangkah dalam transisi energi, data menunjukkan bahwa justru energi terbarukan yang mampu memberikan listrik murah dan stabil — bukan sebaliknya.

 

Halaman:

Tags

Terkini