internasional

BRICS Tunjukkan Kekuatan Baru di Rio: Serukan Reformasi Tata Dunia dan Kritik Proteksionisme AS

Minggu, 6 Juli 2025 | 21:26 WIB
Menteri Keuangan Brasil Fernando Haddad berdiri di samping Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang selama pertemuan bilateral, menjelang KTT BRICS, di Rio de Janeiro, Brasil, 5 Juli 2025. Source FOTO: REUTERS

Menariknya, Tiongkok hanya mengirimkan Perdana Menteri Li Qiang sebagai wakil Presiden Xi Jinping, sementara Presiden Rusia Vladimir Putin hadir secara virtual karena masih menghadapi surat perintah penangkapan dari Pengadilan Kriminal Internasional.

 

Dukungan untuk Reformasi Global dan Isu Iklim

 

Brasil memanfaatkan kesempatan ini untuk menegaskan posisi Global South dalam isu-isu mendesak dunia, termasuk perubahan iklim. Sebagai tuan rumah KTT iklim PBB (COP) pada November mendatang, Brasil berharap bisa mendorong kerja sama konkret, terutama lewat inisiatif Tropical Forests Forever Facility—program konservasi hutan tropis yang menurut dua sumber, akan didukung oleh investasi dari Tiongkok dan UEA.

Baca Juga: Toyota Resmi Luncurkan Kembali Mobil Legendaris Kijang Super 2026, Inilah Keunggulan dan Fitur-Fiturnya

BRICS juga terus menyuarakan kritik terhadap kebijakan ekonomi unilateral AS. Dalam pertemuan para menteri pada April lalu, mereka menyatakan keprihatinan atas "langkah proteksionis sepihak yang tidak berdasar, termasuk kenaikan tarif timbal balik yang sewenang-wenang"—sebuah sindiran terselubung terhadap kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump yang kontroversial.

 

Menuju Konsolidasi Global South

 

Meski belum seluruh perbedaan bisa disatukan, KTT kali ini menandai kesepakatan penting dalam isu representasi Global South. BRICS dikabarkan mendukung kursi tetap untuk Brasil dan India di Dewan Keamanan PBB yang direformasi, sementara siapa yang akan mewakili Afrika masih menjadi pembahasan lanjutan.

Baca Juga: Dapat Kembali Enam Sertifikat, Nirina Zubir Masih Dihantui Banding Kasus Mafia Tanah Mantan ART

Dengan lebih dari 30 negara yang menyatakan minat untuk bergabung sebagai anggota atau mitra, BRICS tampaknya tengah membangun blok diplomatik tandingan yang mampu menyaingi forum-forum seperti G7 dan G20—yang dinilai semakin terpecah dan lambat merespons tantangan global.

 

Pertemuan di Rio ini bukan sekadar ajang simbolis, melainkan langkah strategis menuju tatanan dunia baru yang lebih inklusif, multipolar, dan mencerminkan realitas kekuatan global yang tengah bergeser.

Halaman:

Tags

Terkini