LONDON,METROSELEBES.COM-Raksasa ritel makanan Inggris, The Co-operative Group (Co-op), mengumumkan penghentian pembelian produk dan bahan makanan dari 17 negara, termasuk Israel, sebagai bagian dari kebijakan baru yang menolak kerja sama dengan negara-negara yang dianggap melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan hukum internasional. Seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (24/06/2025).
Baca Juga: Damai Rawan Timur Tengah Angkat Bursa Saham Kanada, Tapi Sektor Tambang Tersandung
Dalam pernyataan resmi pada Selasa (24/6), Co-op menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan hasil tinjauan dewan direksi terhadap peran perusahaan dalam mendukung perdamaian global. “Daftar negara yang dilarang mencerminkan komitmen kami terhadap etika, perdamaian, dan keadilan sosial,” kata Debbie White, Ketua Dewan Co-op Group.
Salah satu dampak nyata dari kebijakan ini adalah penghentian penjualan wortel asal Israel mulai bulan ini. Selain Israel, negara lain dalam daftar larangan Co-op mencakup Rusia (termasuk vodka), Mali (mangga), serta Afghanistan, Belarus, Iran, Libya, dan Suriah.
Baca Juga: Selat Hormuz Terancam Ditutup, DPR RI Soroti Dampak Ekonomi Nasional dan Minta Pemerintah Siaga
Langkah tegas ini muncul di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap kampanye militer Israel di Gaza, yang sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 menimbulkan banyak korban sipil. Beberapa negara Eropa pun semakin vokal dalam mengecam eskalasi konflik tersebut.
Debbie White menambahkan bahwa keputusan ini juga merupakan respon terhadap aspirasi anggota Co-op. “Suara mereka kami dengarkan dan kami tindak lanjuti. Ini bukan hanya soal bisnis, tetapi soal prinsip,” ujarnya.
Sebagai perusahaan milik anggota dengan lebih dari 2.300 toko makanan di seluruh Inggris, Co-op dikenal luas karena dukungannya terhadap produk Fairtrade dan prinsip rantai pasokan yang berkelanjutan.
Langkah Co-op ini menandai perbedaan mencolok dibandingkan dengan pengecer besar lainnya di Inggris. Tesco, misalnya, menyatakan bahwa pihaknya tidak mengambil produk dari permukiman ilegal Israel di wilayah Palestina yang diduduki, namun tetap mengimpor dari wilayah Israel sesuai dengan panduan pemerintah Inggris.
Baca Juga: Euro dan Yen Menguat, Harga Minyak Anjlok Usai Gencatan Senjata Israel-Iran, Dolar Tertekan