Selat Hormuz Terancam Ditutup, DPR RI Soroti Dampak Ekonomi Nasional dan Minta Pemerintah Siaga

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Selasa, 24 Juni 2025 | 22:13 WIB
Ketegangan Iran dan Israel bukan hanya menjadi perhatian kawasan Timur Tengah, tetapi juga membawa ancaman besar terhadap stabilitas energi global, khususnya bagi negara pengimpor seperti Indonesia. (Instagra puanmaharani)
Ketegangan Iran dan Israel bukan hanya menjadi perhatian kawasan Timur Tengah, tetapi juga membawa ancaman besar terhadap stabilitas energi global, khususnya bagi negara pengimpor seperti Indonesia. (Instagra puanmaharani)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Ketegangan Iran dan Israel bukan hanya menjadi perhatian kawasan Timur Tengah, tetapi juga membawa ancaman besar terhadap stabilitas energi global, khususnya bagi negara pengimpor seperti Indonesia.

Ketua DPR RI, Dr. (H.C.) Puan Maharani, menyoroti serius potensi dampak dari kemungkinan penutupan Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia oleh Iran, yang bisa memicu gejolak ekonomi nasional.

"Kalau Selat Hormuz ditutup, pasti akan berdampak ke perekonomian, mulai dari kurs, subsidi BBM, hingga harga energi nasional.

Baca Juga: Ledakan Mengguncang Teheran Meski Trump Perintahkan Israel Hentikan Serangan: Gencatan Senjata Diuji Sejak Awal

Pemerintah harus siapkan langkah mitigasi sejak dini," tegas Puan dalam pernyataannya.

Sebagai informasi, sekitar 20% pasokan minyak mentah dunia melewati Selat Hormuz setiap harinya. Menurut data U.S. Energy Information Administration (EIA), jalur ini menjadi penghubung utama antara negara-negara produsen minyak Teluk Persia dan pasar global.

Jika jalur ini terganggu, harga minyak dunia bisa melonjak drastis, memicu inflasi energi global, termasuk di Indonesia.

Indonesia sendiri merupakan negara pengimpor minyak mentah dan LPG dari kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Gejolak Minyak Mereda, Pasar Saham Global Melonjak Usai Gencatan Senjata Iran-Israel

Berdasarkan data BPS 2023, sekitar 35% pasokan minyak Indonesia berasal dari kawasan ini.

Oleh karena itu, gangguan distribusi akibat penutupan Selat Hormuz akan berdampak langsung terhadap APBN, subsidi energi, serta harga barang kebutuhan pokok.

Menyikapi potensi krisis ini, DPR RI dan pemerintah berencana segera membahas strategi mitigasi termasuk rencana penyesuaian dalam APBN 2026.

Fokus utama adalah antisipasi lonjakan harga minyak, penguatan cadangan energi nasional, serta diversifikasi sumber energi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X