Gencatan senjata diumumkan dua hari setelah AS menghantam situs nuklir Iran menggunakan bom penghancur bunker raksasa—senjata yang tidak dimiliki Israel. JD Vance menyebut, “Kini Iran tidak mampu membangun senjata nuklir dengan peralatan yang mereka miliki, karena sudah kami hancurkan.”
Baca Juga: Rudal Khorramshahr-4 Menggelegar: Iran Kirim Peringatan Maut ke Israel dan AS
Reaksi global pun relatif positif. Pasar saham melonjak, harga minyak turun, dan warga di kedua negara menyambut kabar gencatan senjata dengan kelegaan luar biasa. “Perang ini tidak seharusnya terjadi,” kata Reza Sharifi, warga Iran yang kembali ke Teheran. “Saya hanya ingin anak-anak saya tumbuh dalam damai,” kata Maryam, warga ibu kota Iran.
Baca Juga: Musim Kemarau Lebih Pendek, Produksi Beras RI Diprediksi Naik Tajam pada 2025
Namun, dengan tuduhan pelanggaran gencatan senjata yang sudah terjadi di hari pertama, banyak pihak bertanya: apakah ini benar-benar akhir dari “Perang 12 Hari”, atau sekadar jeda sebelum babak baru dimulai?