Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa negaranya telah mencapai tujuannya, yaitu menghancurkan program nuklir dan kemampuan rudal Iran. “Israel berterima kasih kepada Presiden Trump dan Amerika Serikat atas dukungan dan partisipasi mereka dalam menghilangkan ancaman nuklir Iran,” ujar Netanyahu.
Iran, di sisi lain, menyatakan bahwa merekalah yang memaksa Israel menerima kekalahan secara sepihak. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengatakan, “Tangan kami tetap di pelatuk untuk merespons setiap tindakan agresi musuh.”
Mekanisme Gencatan Senjata dan Reaksi Dunia
Baca Juga: Kopdes Merah Putih Harus Jadi Milik Kolektif Warga Desa, Bukan Dikuasai Elit
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan bahwa Iran akan menghentikan serangan balasan jika Israel berhenti menyerang mulai pukul 4 pagi waktu Teheran.
Gencatan senjata tersebut dirundingkan melalui upaya diplomatik maraton. Trump disebut menghubungi Netanyahu langsung, sementara Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, berhasil mengamankan persetujuan Iran dalam panggilan terpisah.
Para pejabat tinggi AS, termasuk Wakil Presiden JD Vance, Menlu Marco Rubio, dan utusan khusus Steve Witkoff, turut terlibat dalam komunikasi langsung dan tidak langsung dengan Iran.
Baca Juga: Rudal Khorramshahr-4 Menggelegar: Iran Kirim Peringatan Maut ke Israel dan AS
Sebelumnya, Iran sempat membalas keterlibatan AS dalam serangan dengan menargetkan pangkalan militer terbesar Amerika di Timur Tengah, yang terletak di Qatar. Tidak ada korban dalam serangan tersebut. Trump pun berterima kasih kepada Iran karena telah memberi peringatan terlebih dahulu, menyebutnya sebagai “tanggapan lemah yang kami harapkan dan sudah kami tangani dengan sangat efektif.”
Kemenangan Diplomatik atau Bom Waktu Baru?