“Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan rasa sakit dan duka yang kami rasakan. Ini bukan hanya tragedi bagi Graz, tetapi bagi seluruh Austria,” ujar Stocker dengan nada haru.
Ahli ekstremisme dari lembaga kajian Institute for Strategic Dialogue, Julia Ebner, menyatakan bahwa insiden ini tampaknya menjadi penembakan sekolah terburuk di Austria sejak Perang Dunia II.
Pemimpin dunia, termasuk Kanselir Jerman Friedrich Merz, menyampaikan belasungkawa dan keterkejutannya atas tragedi ini.
Austria diketahui memiliki salah satu tingkat kepemilikan senjata api tertinggi di Eropa, dengan sekitar 30 senjata untuk setiap 100 orang menurut data Small Arms Survey. Negara ini sebelumnya juga pernah mengalami kekerasan bersenjata, termasuk serangan teror di Wina pada tahun 2020 yang menewaskan empat orang dan melukai 22 lainnya.
Baca Juga: Eks Menteri Kelautan Era SBY Jadi Sosok di Balik Izin Tambang PT KSM yang Dicabut Prabowo
Tragedi di Graz ini kembali membuka perdebatan tentang keamanan di sekolah, kepemilikan senjata, dan kesehatan mental di kalangan generasi muda Austria. Penyidikan lebih lanjut masih terus berlangsung.