Kenaikan harga saham sempat terjadi tahun lalu setelah Musk mendukung pencalonan Trump kembali ke Gedung Putih. Investor saat itu berharap kebijakan Trump akan lebih ramah terhadap inovasi Tesla, khususnya dalam pengembangan robotaksi. Namun penjualan yang lesu dan citra merek yang terpukul akibat manuver politik Musk membuat saham kembali tergelincir.
Menurut analis, strategi Musk yang sebelumnya berharap mendapatkan dukungan dari konsumen Partai Republik untuk menutupi boikot dari kalangan liberal, kini mulai terancam.
Baca Juga: Inflasi Terkendali, ECB Siap Akhiri Pemangkasan Suku Bunga
“Jika Musk sampai mengasingkan pendukung Republik juga, maka tak ada lagi pihak yang bisa menjaga sentimen publik terhadap Tesla,” kata Evan Roth Smith, ahli strategi politik dan salah satu pendiri Slingshot Strategies. “Ini bisa berujung pada keruntuhan total dalam persepsi merek Tesla.”