internasional

Israel Temukan Jenazah Sandera Thailand di Gaza, Serangan Udara Tewaskan 15 Warga Palestina

Sabtu, 7 Juni 2025 | 19:45 WIB
Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, memperhatikan situasi di tengah konflik yang sedang berlangsung di Gaza antara Israel dan Hamas, di Yerusalem, 7 November 2024. Source FOTO: REUTERS

YERULASEM/KAIRO,METROSELEBES.COM-Militer Israel berhasil menemukan jenazah seorang sandera asal Thailand yang diculik dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Sabtu (07/06/2025), di tengah serangan udara terbaru Israel di Jalur Gaza yang menewaskan sedikitnya 15 warga Palestina dan melukai 50 lainnya.

Baca Juga: Bank of England Mulai Ragu: Apakah Inflasi Masih Bisa Dikendalikan?

Jenazah sandera, Nattapong Pinta—seorang pekerja pertanian Thailand—ditemukan di wilayah Rafah, Gaza Selatan. Ia sebelumnya ditawan oleh kelompok militan Palestina yang dikenal sebagai Brigade Mujahidin. Pihak keluarga korban di Thailand telah menerima pemberitahuan resmi.

 

Pinta diculik dari Kibbutz Nir Oz, sebuah komunitas kecil di dekat perbatasan Gaza yang mengalami kehancuran besar dalam serangan Hamas, di mana sekitar seperempat populasinya terbunuh atau disandera. Menurut militer Israel, Pinta diculik dalam kondisi hidup dan kemudian dibunuh oleh penculiknya, yang juga sebelumnya membawa dua sandera berkewarganegaraan ganda Israel-Amerika ke Gaza dan membunuh mereka.

Baca Juga: Musalem: Risiko Inflasi Berkepanjangan Akibat Tarif Trump Capai 50%, The Fed Waspada Hingga Musim Panas

Brigade Mujahidin belum memberikan komentar resmi terkait tuduhan ini. Kelompok tersebut sebelumnya membantah telah membunuh para sandera. Militer Israel menyatakan bahwa kelompok ini masih menahan jenazah satu warga negara asing lainnya. Dari 55 sandera yang tersisa, diyakini hanya 20 yang masih hidup.

 

Otoritas Israel juga menuding Brigade Mujahidin bertanggung jawab atas kematian Shiri Bibas dan dua putranya yang masih kecil. Jenazah ketiganya dikembalikan ke Israel selama gencatan senjata dua bulan yang berakhir pada Maret, setelah kedua pihak gagal mencapai kesepakatan untuk memperpanjangnya.

Baca Juga: Inflasi Terkendali, ECB Siap Akhiri Pemangkasan Suku Bunga

Sejak runtuhnya gencatan senjata, Israel telah memperluas operasi militernya ke seluruh wilayah Gaza. Upaya diplomatik yang dimotori AS, Qatar, dan Mesir untuk menciptakan gencatan senjata baru sejauh ini belum membuahkan hasil.

 

Serangan Terbaru dan Krisis Kemanusiaan. Sabtu pagi, serangan udara Israel mengguncang distrik Sabra di Kota Gaza, menewaskan 15 warga sipil dan melukai puluhan lainnya, menurut otoritas kesehatan setempat. Militer Israel belum mengomentari serangan tersebut, tetapi kemudian mengeluarkan peringatan evakuasi kepada warga di distrik Jabalia, menyusul peluncuran roket oleh militan dari wilayah tersebut.

 

Halaman:

Tags

Terkini