Di tengah kompleksitas ini, awak pesawat pun merasa waswas. “IATA menyerahkan keputusan kepada maskapai apakah aman terbang di zona konflik. Tapi sejarah menunjukkan tekanan komersial bisa mempengaruhi penilaian itu,” kata Paul Reuter, Wakil Presiden Asosiasi Kokpit Eropa, yang mewakili para pilot.
Baca Juga: Trump dan Xi Siap Bicara di Tengah Memanasnya Perang Dagang Global
Meski begitu, IATA menegaskan bahwa awak pesawat berhak menolak terbang jika merasa tidak aman. “Sebagian besar maskapai — bahkan hampir semuanya — tidak akan memaksa kru untuk terbang jika mereka merasa tidak nyaman,” tutup Nick Careen.