Hingga berita ini diturunkan, Oyun-Erdene belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar dari Reuters terkait pengunduran dirinya dan tuduhan korupsi tersebut.
Dengan situasi politik yang kian dinamis, Mongolia kini menantikan pemimpin baru di tengah harapan akan reformasi dan pemulihan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan.