Anwar mengungkapkan telah mengirim surat kepada Trump untuk meminta pertemuan membahas tarif tersebut, demi melindungi kepentingan ekonomi kawasan dengan produk domestik bruto gabungan sebesar USD 3,8 triliun.
Baca Juga: Update Kebakaran Kodim 1307/Poso: Dua Unit Mobil Pemadam dan Aparat Keamanan Berupaya Padamkan Api
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr menegaskan pentingnya menemukan kesepakatan bersama di antara negara anggota yang menghadapi situasi ekonomi berbeda-beda. “Kita harus mencari cara untuk mencapai konsensus di tengah perbedaan yang ada,” ujarnya.
Mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa, menambahkan bahwa ASEAN perlu menentukan prioritas utama dalam negosiasi dengan Washington, agar tidak terjebak dalam siklus kerugian bersama di kawasan.
Isu Laut China Selatan Kembali Mencuat. Di sela-sela KTT, para pemimpin ASEAN juga membahas kelanjutan perundingan yang sudah lama tertunda dengan Tiongkok mengenai kode etik Laut China Selatan. Ketegangan terus meningkat akibat aktivitas penjaga pantai Tiongkok di zona ekonomi eksklusif negara-negara tetangganya.
Konflik paling intens terjadi antara Tiongkok dan Filipina, mendorong Marcos mendesak percepatan penyelesaian kode etik yang mengikat secara hukum. “Ini penting untuk melindungi hak maritim, menjaga stabilitas, dan mencegah salah perhitungan,” tegasnya.
Baca Juga: FKPT Sulteng dan Fakultas Hukum Untad Bahas Multikulturalisme dalam Perspektif HAM
Pada hari Selasa, para pemimpin ASEAN dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang dan para mitra dari negara-negara Teluk dalam KTT ekonomi, sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama di tengah volatilitas pasar global.