internasional

Serangan Udara Israel Tewaskan Lebih dari 100 Warga Gaza di Tengah Upaya Gencatan Senjata

Minggu, 18 Mei 2025 | 19:18 WIB
Warga Palestina memeriksa kerusakan di lokasi serangan Israel terhadap kamp tenda yang menampung pengungsi, di Khan Younis, Jalur Gaza bagian selatan, 18 Mei 2025. Source FOTO: REUTERS

Baca Juga: Dapur Umum Gaza Nyaris Lumpuh, Ratusan Ribu Warga Terancam Kelaparan Akibat Blokade Israel

Kamp Pengungsi Jadi Sasaran, Tenda-Tenda Terbakar

 

Salah satu serangan mematikan terjadi di kamp pengungsian di Khan Younis, Gaza bagian selatan. Serangan itu menewaskan sejumlah perempuan dan anak-anak serta melukai puluhan lainnya. Tenda-tenda tempat mereka berlindung terbakar hebat.

 

Hamas mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai “kejahatan brutal baru”, sekaligus menyalahkan pemerintahan Amerika Serikat atas eskalasi konflik yang terus berlanjut.

Baca Juga: Harga Beras Meroket, Dukungan untuk PM Ishiba Terjun Bebas

Di antara korban tewas pada Minggu pagi terdapat lima jurnalis, beberapa di antaranya meninggal bersama anggota keluarganya. Zakaria Al-Sinwar, saudara dari mantan pemimpin Hamas Yehya Al-Sinwar, turut menjadi korban bersama tiga anaknya setelah tenda mereka dihantam rudal Israel. Zakaria diketahui merupakan dosen sejarah di salah satu universitas di Gaza.

 

Krisis Kemanusiaan Memburuk, Rumah Sakit Lumpuh

 

Sistem kesehatan Gaza nyaris lumpuh total akibat gempuran yang berulang dan serangan terhadap rumah sakit. Blokade terhadap pasokan bantuan, termasuk obat-obatan, makanan, dan bahan bakar, telah memperparah kelangkaan serta kelaparan yang semakin meluas—meski Israel menuding Hamas sebagai penyebabnya.

Baca Juga: PM Kanada Mark Carney Tegaskan Dukungan Penuh untuk Ukraina dalam Pertemuan Pertama dengan Presiden Zelenskiy

“Rumah sakit penuh sesak dengan korban luka, banyak di antaranya anak-anak,” kata Al-Deqran. Pada Minggu siang, Kementerian Kesehatan Gaza mengumumkan bahwa Rumah Sakit Indonesia—salah satu fasilitas medis terbesar yang masih beroperasi di Gaza utara—terpaksa menghentikan layanan karena serangan Israel yang terus berlanjut di sekitarnya.

 

Halaman:

Tags

Terkini