Baca Juga: Dapur Umum Gaza Nyaris Lumpuh, Ratusan Ribu Warga Terancam Kelaparan Akibat Blokade Israel
Kamp Pengungsi Jadi Sasaran, Tenda-Tenda Terbakar
Salah satu serangan mematikan terjadi di kamp pengungsian di Khan Younis, Gaza bagian selatan. Serangan itu menewaskan sejumlah perempuan dan anak-anak serta melukai puluhan lainnya. Tenda-tenda tempat mereka berlindung terbakar hebat.
Hamas mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai “kejahatan brutal baru”, sekaligus menyalahkan pemerintahan Amerika Serikat atas eskalasi konflik yang terus berlanjut.
Baca Juga: Harga Beras Meroket, Dukungan untuk PM Ishiba Terjun Bebas
Di antara korban tewas pada Minggu pagi terdapat lima jurnalis, beberapa di antaranya meninggal bersama anggota keluarganya. Zakaria Al-Sinwar, saudara dari mantan pemimpin Hamas Yehya Al-Sinwar, turut menjadi korban bersama tiga anaknya setelah tenda mereka dihantam rudal Israel. Zakaria diketahui merupakan dosen sejarah di salah satu universitas di Gaza.
Krisis Kemanusiaan Memburuk, Rumah Sakit Lumpuh
Sistem kesehatan Gaza nyaris lumpuh total akibat gempuran yang berulang dan serangan terhadap rumah sakit. Blokade terhadap pasokan bantuan, termasuk obat-obatan, makanan, dan bahan bakar, telah memperparah kelangkaan serta kelaparan yang semakin meluas—meski Israel menuding Hamas sebagai penyebabnya.
“Rumah sakit penuh sesak dengan korban luka, banyak di antaranya anak-anak,” kata Al-Deqran. Pada Minggu siang, Kementerian Kesehatan Gaza mengumumkan bahwa Rumah Sakit Indonesia—salah satu fasilitas medis terbesar yang masih beroperasi di Gaza utara—terpaksa menghentikan layanan karena serangan Israel yang terus berlanjut di sekitarnya.