GAZA,METROSELEBES.COM-Palestina Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza kian memburuk. Dua bulan setelah Israel menutup total jalur distribusi ke wilayah tersebut, dapur umum yang menjadi tumpuan hidup ratusan ribu warga kini terancam lumpuh total.
American Near East Refugee Aid (Anera), organisasi kemanusiaan asal Amerika Serikat, melaporkan bahwa persediaan bahan makanan di dapur umum mereka yang berada di Khan Younis, Gaza Selatan, tinggal cukup untuk kurang dari dua minggu.
Baca Juga: TRUMP ANCAM FILM LUAR NEGERI: TARIF 100% SIAP DITERAPKAN, HOLLYWOOD DIPAKSA “PULANG KAMPUNG”
“Kami dulu bisa memasak nasi dengan daging. Sekarang tidak ada daging, tidak ada sayuran segar. Hanya ada lentil, nasi, dan saus tomat untuk membuat koshari,” ungkap Sami Matar, manajer Anera kepada wartawan.
Koshari—makanan khas Mesir berbahan dasar nasi dan kacang lentil—kini menjadi satu-satunya menu harian yang bisa dibagikan kepada warga. Makanan tersebut diantar menggunakan keledai dan kereta ke pemukiman-pemukiman yang terdampak paling parah.
Baca Juga: Dana Indonesiana 2025-2026 Resmi Dibuka: Lebih dari 1.000 Pegiat Budaya Berpeluang Dapat Dukungan
Menurut Matar, sebelum blokade, Anera menerima lebih dari 100 truk bantuan setiap pekan. Kini, gudang mereka kosong. Tidak ada beras, tidak ada pasta, bahkan minyak goreng dan garam pun sulit didapat. Untuk memasak, mereka membutuhkan 700 kg kayu bakar per hari—yang harganya pun kini melambung tinggi.
“Kami berjuang, tapi hari-hari ke depan sangat menentukan,” kata Matar dengan nada prihatin.
Blokade total diberlakukan Israel sejak 2 Maret, menghentikan seluruh akses masuk bahan makanan, obat-obatan, dan bahan bakar. Dua minggu setelahnya, serangan militer kembali dilancarkan, mengakhiri gencatan senjata dengan Hamas.