KYIV/MOSKOW,METROSELEBES.COM-Setelah lebih dari dua tahun perang berkecamuk, sinyal baru mengenai kemungkinan pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina mulai muncul. Jika terwujud, ini akan menjadi dialog perdamaian pertama sejak negosiasi yang gagal pada awal 2022. Namun, bagaimana sebenarnya isi perundingan yang dulu sempat berlangsung dan mengapa gagal mencapai kesepakatan?
Baca Juga: Honda Tunda Proyek EV di Kanada, Laba Anjlok Akibat Tarif Trump
Kilasan Kembali: Negosiasi Perdamaian 2022
Negosiasi pertama berlangsung pada 28 Februari 2022, hanya empat hari setelah Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina. Pertemuan awal diadakan di Belarus, diikuti pertemuan virtual, dan kemudian pertemuan tatap muka pada 29 Maret di Istanbul, Turki. Draf kesepakatan sempat dipertukarkan hingga pertengahan April, sebelum akhirnya prosesnya terhenti.
Baca Juga: Trump Incar Triliunan Dolar di Teluk, Abaikan Isu Gaza dan Iran
Dalam dokumen-dokumen yang dibocorkan dan dilaporkan media internasional, Ukraina menyatakan kesediaan untuk menjadi negara netral permanen, tanpa bergabung dengan NATO, tanpa senjata nuklir, dan tanpa kehadiran militer asing di wilayahnya. Sebagai imbalan, Ukraina meminta jaminan keamanan dari negara-negara besar, termasuk anggota tetap Dewan Keamanan PBB: Rusia, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Tiongkok.
Selain itu, Ukraina dan Rusia sempat sepakat secara prinsip untuk membuka negosiasi selama 10–15 tahun guna menentukan status wilayah Krimea, yang telah dicaplok Rusia sejak 2014.
Baca Juga: Pengungsi Kulit Putih dari Afrika Selatan Disambut di AS, Tuai Kontroversi
Poin-Poin Perdebatan yang Membuat Mandek
Sejumlah perbedaan krusial menjadi batu sandungan: