WASHINGTON,METROSELEBES.COM-Kebijakan tarif 100% terhadap film produksi luar negeri menjadi sinyal serius bahwa sektor budaya kini tak luput dari medan perang dagang global. Jika diberlakukan, langkah ini berpotensi:
1. Memicu Retaliasi dari Negara Lain
Negara-negara produsen film utama seperti Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru kemungkinan akan menanggapi dengan tindakan balasan. Ini bisa memicu "perang tarif budaya" yang belum pernah terjadi sebelumnya, merugikan kolaborasi internasional.
2. Mengganggu Jaringan Produksi Global
Banyak film Hollywood saat ini dibuat melalui kolaborasi lintas negara, dengan pengambilan gambar, animasi, hingga editing dilakukan di berbagai belahan dunia. Tarif ini bisa memutus mata rantai kreatif tersebut, memaksa studio menyederhanakan proses produksi dan bahkan menurunkan kualitas.
Baca Juga: Tarif 100% Film Luar Negeri: Peluang atau Ancaman bagi Perfilman Indonesia?
3. Meningkatkan Biaya Produksi dan Distribusi
Tarif sebesar 100% tentu akan menggandakan biaya untuk film asing yang ingin masuk pasar AS. Distributor dan studio bisa kehilangan minat untuk menayangkan film luar, mempersempit pilihan tontonan bagi penonton Amerika.