Inti berita:
• Seorang karyawati BSI Area Sulawesi Selatan melaporkan dugaan pelecehan seksual verbal oleh atasannya yang disebut berdampak pada kondisi psikologisnya. Hingga kini, pihak terlapor dan manajemen BSI masih dalam tahap menunggu proses klarifikasi resmi.
METROSELEBES.com, MAKASSAR - Di tengah upayanya mewujudkan impian memiliki buah hati, seorang karyawati di lingkungan Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Sulawesi Selatan justru mengaku menghadapi pengalaman yang disebutnya meninggalkan tekanan psikologis. Perempuan yang identitasnya dirahasiakan itu melaporkan dugaan pelecehan seksual secara verbal yang diduga dilakukan oleh atasannya saat membahas alasan dirinya mengajukan cuti kerja.
Informasi tersebut pertama kali dipublikasikan oleh Konteks.co.id. Berdasarkan pengakuan korban, percakapan bermula ketika atasannya menanyakan alasan cuti yang diajukan. Korban kemudian menjelaskan bahwa cuti tersebut digunakan untuk menjalani program kehamilan sesuai anjuran dokter. Namun, respons yang diterimanya diduga mengandung ucapan yang bernuansa tidak pantas dan disampaikan di hadapan sejumlah rekan kerja sehingga membuatnya merasa dipermalukan.
"Saya merasa dilecehkan, tertekan, dan malu. Ucapan itu terus terngiang di kepala saya," ujar korban sebagaimana dikutip Konteks.co.id, Rabu (1/7/2026). Korban mengaku kondisi tersebut turut memengaruhi psikologisnya dan mengganggu proses program kehamilan yang sedang dijalani.
Korban berharap manajemen BSI dapat menangani laporannya secara profesional dengan melakukan pemeriksaan yang objektif dan transparan. Ia juga meminta perusahaan memberikan perlindungan kepada pelapor serta mengambil langkah tegas apabila dalam proses pemeriksaan nantinya ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika maupun ketentuan internal perusahaan.
Di sisi lain, pihak yang disebut dalam laporan tersebut, yakni pejabat Kepala Area BSI Sulawesi Selatan, telah dihubungi wartawan untuk dimintai tanggapan. Berdasarkan laporan Konteks.co.id, yang bersangkutan menyampaikan sedang memiliki agenda pekerjaan dan berjanji akan memberikan klarifikasi pada kesempatan berikutnya.
Sementara itu, hingga berita ini disusun, belum ada pernyataan resmi dari manajemen BSI Area Sulawesi Selatan terkait dugaan tersebut. Redaksi juga mencatat bahwa upaya konfirmasi kepada VP Corporate Communication BSI, Siti Darojah Sri Wahyuni, masih berlangsung sehingga keterangan resmi dari pihak perusahaan masih dinantikan.
Kasus ini turut mendapat perhatian dari sejumlah elemen mahasiswa di Makassar yang mendorong agar proses penanganan dilakukan secara transparan, objektif, dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. METROSELEBES.com akan memperbarui informasi setelah terdapat tanggapan resmi dari pihak BSI maupun hasil pemeriksaan atas laporan yang disampaikan korban.(*)
(Ade/Man)
Artikel Terkait
Merasa Dipersulit Saat Ajukan Kredit, Keluarga Calon Debitur Soroti Layanan BTN Bulukumba
Status Tersangka Eks Pj Gubernur Sulsel Gugur di Praperadilan, Hakim Nyatakan Penahanan Tak Sah
Mengelola Usaha, Menjaga Lingkungan: Bukan Menghakimi Sebelum Ada Bukti
Promedia dan Bakom RI Bahas Peran Media Daerah, Kolaborasi Komunikasi Publik Jadi Fokus Pembicaraan
Pemilik Usaha Arang dan Kopra Minta Penilaian Berdasarkan Fakta, Kades Bijawang Sebut Tak Ada Keluhan Warga