BENGKULU, METROSELEBES.COM – Liburan akhir pekan berubah menjadi duka mendalam.
Kapal wisata KM Tiga Putra yang mengangkut 104 penumpang tenggelam di perairan Pantai Malabero, Bengkulu, usai berwisata ke Pulau Tikus pada Minggu sore (11/5/2025).
Baca Juga: Harga Emas Tertekan Usai Gencatan Perang Dagang AS-Tiongkok, Investor Beralih ke Aset Risiko
Tujuh orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden nahas ini.
Kepala Kepolisian Resor Kota Bengkulu, Kombes Pol Sudarno, menyampaikan bahwa proses pendataan masih terus dilakukan. Tujuh korban jiwa telah teridentifikasi, sementara puluhan lainnya selamat dan beberapa dirawat di rumah sakit.
Baca Juga: Nico Williams & Lamine Yamal: Sahabat di Timnas, Duet Mematikan Jika Bersatu di Barcelona?
“Korban meninggal dunia saat ini tercatat tujuh orang. Sebagian besar berasal dari luar Kota Bengkulu. Proses identifikasi terus kami lakukan, baik di rumah sakit maupun di luar,” ujar Sudarno pada Minggu malam.
Daftar Korban Meninggal:
- Riska Nurjanah (28) – Lubuk Linggau
- Ratna Kurniati (28) – Kota Bengkulu
- Tesya (20) – Kepahiang
- Nesya (27) – Rejang Lebong
- Arva Richi Dekry (29) – Padang Utara
- Yunita – (alamat belum terkonfirmasi)
- Suantra – (alamat belum terkonfirmasi)
Kapal tersebut diketahui membawa total 104 orang, terdiri dari 98 wisatawan, satu nakhoda, dan lima anak buah kapal (ABK). Para penumpang berasal dari berbagai daerah, termasuk Lubuk Linggau, Kepahiang, dan Rejang Lebong.
Kronologi Kejadian
Kapal dalam perjalanan pulang dari Pulau Tikus menuju daratan ketika mesin kapal tiba-tiba mati. Tak lama berselang, ombak besar menghantam kapal dan menyebabkan kebocoran. Dalam hitungan menit, kapal pun tenggelam di perairan Malabero.
Baca Juga: Langkah Mengejutkan Hamas: Bebaskan Tentara AS di Tengah Krisis Kemanusiaan Gaza
Tim SAR gabungan segera dikerahkan untuk menyelamatkan penumpang. Sebanyak 20 orang sempat dirawat di RS Harapan dan Doa (RSHD), namun telah dipulangkan setelah kondisi membaik. Sebagian lainnya masih dirawat di RS Bhayangkara.
Pihak berwenang menyatakan operasi pencarian tambahan akan dilakukan jika ditemukan adanya penumpang yang belum terkonfirmasi keberadaannya.
Perlu Evaluasi Keselamatan Wisata Bahari
Tragedi ini memunculkan kembali sorotan terhadap standar keselamatan wisata bahari di Bengkulu. Investigasi mendalam terhadap kondisi kapal dan kelengkapan alat keselamatan penumpang akan menjadi fokus lanjutan dari kepolisian dan dinas terkait. ***
Artikel Terkait
Berikut Kronologi Ledakan Amunisi di Garut, Terdapat Perangkat Bahan Peledak yang Tetiba Meletus dari Dalam Lubang
Usai Ledakan Tewaskan 13 Orang di Garut, TNI Peringatkan Masih Ada Bahan Peledak Aktif di Lokasi
Ini Nama 13 Korban Ledakan Amunisi di Garut Teridentifikasi, Dua Perwira TNI dan Warga Sipil Jadi Korban
Ribuan Umat Buddha Ikuti Kirab Waisak 2025, Menyusuri Jalan Suci dari Candi Mendut ke Borobudur
Langkah Mengejutkan Hamas: Bebaskan Tentara AS di Tengah Krisis Kemanusiaan Gaza
Delapan Napi di Lapas Semarang Dapat Remisi Spesial di Hari Waisak, Mayoritas Yang Dapat Kasus Narkoba
Harga Emas Tertekan Usai Gencatan Perang Dagang AS-Tiongkok, Investor Beralih ke Aset Risiko