Harga Emas Tertekan Usai Gencatan Perang Dagang AS-Tiongkok, Investor Beralih ke Aset Risiko

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Selasa, 13 Mei 2025 | 10:56 WIB
Pemandangan menunjukkan batangan emas murni 99,99 persen di ruang kerja selama produksi di pabrik logam mulia Krastsvetmet di kota Krasnoyarsk, Siberia, Rusia, 23 Mei 2024. Source FOTO: Reuters
Pemandangan menunjukkan batangan emas murni 99,99 persen di ruang kerja selama produksi di pabrik logam mulia Krastsvetmet di kota Krasnoyarsk, Siberia, Rusia, 23 Mei 2024. Source FOTO: Reuters

METROSELEBES.COM-Selasa, 13 Mei — Harga emas melemah dan tetap mendekati posisi terendah dalam lebih dari sepekan, seiring membaiknya sentimen pasar setelah Amerika Serikat dan Tiongkok menyepakati penghentian sementara perang tarif yang selama ini membebani perdagangan global.

 

Harga emas di pasar spot tercatat stabil di level $3.230,99 per ons pada pukul 03.09 GMT, menyusul penurunan tajam sebesar 2,7% di sesi sebelumnya. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS mengalami kenaikan ringan sebesar 0,2% menjadi $3.235,20 per ons.

Baca Juga: AS-China Sepakat Pangkas Tarif, Dunia Lega: Perang Dagang Mereda, Pemisahan Ekonomi Dibatalkan

Gencatan Tarif Picu Euforia Pasar

 

Kesepakatan gencatan tarif dicapai setelah dua hari perundingan intensif di Jenewa. Pemerintah AS sepakat menurunkan tarif impor dari Tiongkok, dari 145% menjadi 30%, sementara Beijing juga memangkas tarif atas produk AS dari 125% menjadi 10%. Keputusan ini disambut positif oleh pasar global, dengan indeks saham dunia mengalami reli.

 

“Adanya prospek membaiknya hubungan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia membuat selera risiko investor meningkat, sehingga minat terhadap aset safe haven seperti emas menurun,” ujar Tim Waterer, Kepala Analis Pasar di KCM Trade.

Baca Juga: Langkah Mengejutkan Hamas: Bebaskan Tentara AS di Tengah Krisis Kemanusiaan Gaza

Faktor Dolar dan Ekspektasi Suku Bunga

 

Meski permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai merosot, penguatan moderat pada dolar AS menjadi faktor yang sedikit menahan tekanan terhadap harga emas. Di sisi lain, pernyataan dari Gubernur Federal Reserve, Adriana Kugler, mengindikasikan bahwa jeda tarif ini mengurangi urgensi bank sentral AS untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Rekomendasi

Terkini

X