Inti berita:
• Keluarga Affan Kurniawan meminta masyarakat tidak menggelar peringatan setahun kematian secara berlebihan, tidak menggunakan foto atau nama Affan dalam kegiatan, dan cukup memberikan doa untuk almarhum.
METROSELEBES.com, JAKARTA - Suasana menjelang setahun kepergian Affan Kurniawan kembali menyentuh keluarga. Di tengah kabar adanya rencana peringatan untuk mengenang almarhum, orang tua Affan justru menyampaikan permintaan agar momentum tersebut tidak dirayakan secara berlebihan.
Ayah Affan, Zulkifli, bersama istrinya, Erlina, meminta rekan-rekan seperjuangan anaknya maupun masyarakat luas menghormati keputusan keluarga. Imbauan itu disampaikan setelah keluarga mendengar informasi mengenai rencana kegiatan peringatan satu tahun kematian Affan.
"Kami selaku keluarga mengimbau dan berharap kepada seluruh rekan seprofesi almarhum dan kepada masyarakat luas untuk tidak perlu adanya peringatan yang berlebihan tersebut," kata Zulkifli dalam video yang diterima, Kamis (13/8/2026).
Zulkifli mengatakan keluarga memahami niat baik serta semangat para rekan Affan untuk mengenang almarhum. Namun, keluarga berharap bentuk penghormatan tersebut cukup diwujudkan melalui doa agar Affan mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.
Keluarga sendiri memilih menggelar pengajian dan doa bersama secara sederhana di masjid terdekat. Menurut Zulkifli, pilihan tersebut diambil demi menjaga ketenangan almarhum dan sekaligus menjadi bentuk penghormatan yang sesuai dengan keinginan keluarga.
Baca juga: 11 Kantor Pemerintahan di Puncak Dibakar Massa, Penyaluran Dana Desa Berujung Kericuhan
"Kami dari pihak keluarga hanya meminta doa kepada rekan-rekan untuk almarhum agar dilapangkan kuburnya, diampuni dosanya dan diterima amal ibadahnya," ujar Zulkifli.
Selain meminta tidak ada kegiatan berlebihan, keluarga juga menyatakan keberatan apabila foto Affan, konten tentang dirinya maupun kegiatan tertentu digunakan dengan mengatasnamakan almarhum. Zulkifli berharap rekan-rekan Affan dan masyarakat dapat memahami serta menghormati sikap keluarga, seraya kembali menegaskan bahwa doa menjadi bentuk penghormatan yang paling diharapkan. (*)
(Key/Ade)
Artikel Terkait
Fahira Amira Ungkap Beda Diagnosis Usus Buntu, Nalar Rawat Pertanyakan Kronologi hingga Dugaan Endorse
Tiket Non-Sit KM Dorolonda Diduga Dijual Lebih Mahal, Penumpang Keluhkan Jalur Pihak Ketiga
Pengabdian Sunyi Laode Iman Sutrisno, Menyalakan Harapan di Sekolah Pulau Terpencil Makassar
11 Kantor Pemerintahan di Puncak Dibakar Massa, Penyaluran Dana Desa Berujung Kericuhan
Rumah yang Digeruduk Massa Ternyata Sudah Kosong, Polisi Ungkap Jejak MC Tantangan Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras