JERUSALEM,METROSELEBES.COM-Pembicaraan tidak langsung antara Israel dan Hamas yang tengah berlangsung di Doha kini mencakup pembahasan penting mengenai kemungkinan penghentian total perang, selain dari gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran sandera. Informasi ini disampaikan langsung oleh kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam pernyataan resminya pada Minggu (18/05/2025).
Baca Juga: Usai Perundingan Damai Gagal, Rusia Hujani Ukraina dengan 273 Drone
Menurut pernyataan tersebut, Israel menekankan bahwa berakhirnya perang tidak cukup hanya dengan penghentian kekerasan sementara, tetapi harus mencakup dua syarat utama: demiliterisasi penuh Jalur Gaza dan pengasingan para militan Hamas dari wilayah tersebut. Langkah ini, menurut Israel, menjadi prasyarat mutlak untuk menciptakan stabilitas jangka panjang.
Meskipun agenda perundingan telah meluas ke isu-isu strategis yang sebelumnya belum dibahas secara terbuka, seorang pejabat senior Israel menyatakan bahwa sejauh ini kemajuan dalam pembicaraan masih sangat terbatas.
Baca Juga: Pendaki Inggris Kenton Cool Ukir Sejarah, Taklukkan Everest untuk ke-19 Kali
Doha, ibu kota Qatar, kembali menjadi tuan rumah bagi upaya mediasi internasional, yang melibatkan berbagai pihak dengan tujuan mengakhiri konflik berkepanjangan yang telah menelan banyak korban sipil di kedua belah pihak. Namun, dengan syarat-syarat yang diajukan Israel dan belum adanya sinyal positif dari Hamas, jalan menuju perdamaian tampaknya masih panjang dan penuh tantangan.
Baca Juga: Serangan Udara Israel Tewaskan Lebih dari 100 Warga Gaza di Tengah Upaya Gencatan Senjata
Situasi ini terus menjadi perhatian dunia internasional, yang mendesak kedua pihak untuk mencapai solusi damai demi menghindari eskalasi lebih lanjut dan mempercepat bantuan kemanusiaan ke Gaza.