MetroSelebes - Permasalahan kelapa sawit di Sulbar selalu menjadi perbincangan publik, dimana sektor ini menjadi tulang punggung masyarakat Sulbar.
Sektor sawit dianggap sebagai penggerak ekonomi utama di Sulbar khususnya Pasangkayu, maka jika harga sawit turun harganya akan berdampak pada sektor lainnya.
Disisi lain para petani kelapa sawit mulai gelisah dengan permainan harga yang dibuat oleh mafia sawit. Untuk itu beberapa petani sawit sepakat untuk menunjuk satu utusan untuk maju sebagai Calon Anggota DPRD Sulbar periode 2024-2029.
Baca Juga: Rusak Pasar Otomotif di Indonesia, Terbaru Tipe Termurah dari All New Toyota Rush
Baca Juga: Sukidi Pejuang Sawit Asal Sulbar Diminta Maju Sebagai Calon Anggota DPRD Sulbar Periode 2024
Sukidi salah satu pejuang sawit asal Sulbar mengemban amanah yang diberikan oleh para komunitas petani sawit yang diwadahi oleh APKASINDO Perjuangan.
Secara dinamika, Sukidi telah membuktikan dirinya dalam memperjuangkan harga CPO dari yang awalnya anjlok hingga Rp800 pada 2020 hingga kini naik kisaran Rp2.100 per tahun 2023.
Untuk itu dirinya yang diamanahkan untuk maju sebagai Calon Anggota DPRD Sulbar akan memperjuangkan 11 program jika terpilih nantinya.
Kesebelas program tersebut diantaraya:
1. Membuat Perda/ Pergub Tentang Niaga Sawit
2. Harga Penetapan harus dijalankan oleh PKS dan meminta stakeholder di bidang sawit untuk tegas memberikan sanksi dan dinetuk tim pengawas
3. Invoice penjualan CPO wajib dilampirkan sesuai amanah Permentan No 1 tahun 2018
4. Data harus diolah tim Pokja penetapan minimal tiga hari sebeleum rapat penetapan harga