AvtoVAZ mempekerjakan lebih dari 30.000 orang, mayoritas berada di kota Togliatti di tepi Sungai Volga, sekitar 800 kilometer tenggara Moskow. Sekitar 1 dari 20 penduduk kota berpenduduk 650.000 itu bekerja di perusahaan tersebut atau di sektor-sektor penunjangnya seperti pemasok komponen dan dealer mobil.
Baca Juga: Seluruh Korban KM Barcelona VA Ditemukan, Menhub Pastikan Proses Evakuasi Tuntas
Dengan tingkat ketergantungan ekonomi yang tinggi terhadap AvtoVAZ, setiap penurunan aktivitas perusahaan sangat berdampak bagi kesejahteraan kota. Pemerintah Rusia pun pernah turun tangan pada 2009, ketika AvtoVAZ nyaris bangkrut akibat krisis keuangan global. Saat itu, Kremlin menggelontorkan 75 miliar rubel (sekitar $955 juta) untuk menyelamatkan perusahaan dan mencegah gelombang PHK massal.
Situasi serupa terjadi pada 2022, ketika AvtoVAZ harus mengadopsi sistem kerja empat hari selama tiga bulan pasca sanksi Barat dan hengkangnya produsen mobil asing dari Rusia. Tahun itu, penjualan mobil Lada anjlok 48,2% menjadi hanya 174.688 unit.
Tanda-Tanda Resesi dan Harapan Pemangkasan Suku Bunga
Kondisi yang dihadapi AvtoVAZ mencerminkan perlambatan ekonomi nasional. Menteri Ekonomi Rusia, Maxim Reshetnikov, bulan lalu memperingatkan bahwa negara tersebut berada di ambang resesi, setelah dua tahun pertumbuhan tinggi yang dipicu oleh belanja pertahanan untuk perang di Ukraina.
Baca Juga: Canggih Tapi Kurang Nyaman, Wuling Air ev Dapat Sorotan Soal Jok dan Posisi Duduk
Sebagai respons, bank sentral Rusia diperkirakan akan memangkas suku bunga acuannya sebesar 200 basis poin menjadi 18% pada Jumat mendatang. AvtoVAZ dan pelaku industri lainnya berharap kebijakan ini dapat mendorong permintaan konsumen dan menurunkan biaya produksi.
Namun untuk saat ini, AvtoVAZ tampaknya harus kembali mengencangkan ikat pinggang dan menyesuaikan operasionalnya, sembari berharap pasar kembali pulih di tengah kompetisi yang semakin ketat.