Baca Juga: DPR Soroti Kinerja Lemah Kemendag, Anggaran Diminta Bukti Nyata
Ambisi Volvo untuk menjadikan SUV listrik terjangkau EX30 sebagai tulang punggung penjualan di AS juga mengalami hambatan. Perusahaan hanya menawarkan varian bermotor ganda dengan harga mulai dari $46.195, jauh di atas varian satu motor seharga $35.000 yang semula dijanjikan—dan sebanding dengan Tesla Model 3.
Andy Palmer, mantan CEO Aston Martin, memperingatkan bahwa strategi memfokuskan penjualan pada model bermargin tinggi bisa berdampak ganda. “Beberapa konsumen mungkin pindah ke merek lain atau terpaksa membeli model yang tidak mereka inginkan,” ujarnya.
Penurunan Minat Konsumen
Bill Wallace, pemilik Wallace Automotive Group di Florida, mengatakan konsumen cepat beralih ke merek lain ketika harga Volvo tidak kompetitif.
Baca Juga: Kopdes Merah Putih: Tiga Tahap Bangun Kemandirian Ekonomi Desa
“Bahkan untuk mobil mewah, mereka akan membandingkan cicilan dengan BMW atau Lexus. Jika sedikit lebih mahal, maka Anda akan kehilangan pelanggan,” kata Wallace.
Selain tarif, Volvo juga menghadapi tantangan lain sejak 2022, mulai dari gangguan rantai pasok, bug perangkat lunak, hingga peluncuran tertunda untuk model listrik unggulan EX30 dan EX90. Saat pengiriman dimulai pada 2024, permintaan kendaraan listrik menurun dan harga melonjak.
Baca Juga: Penurunan Tarif Impor Jadi Momentum Emas Diplomasi Dagang RI-AS
EX90, meski diproduksi di pabrik Volvo di AS, tetap terkena tarif karena sebagian besar komponennya berasal dari Eropa. Dengan harga awal $81.290, model ini hanya terjual kurang dari 2.000 unit di paruh pertama 2025, jauh dari kapasitas produksi pabrik Carolina Selatan yang mencapai 150.000 unit per tahun.