JAKARTA, METROSELEBES.COM – Sebuah video yang menampilkan Porsche 718 Cayman berwarna biru lecet diserempet truk viral di media sosial dan memicu perdebatan publik.
Mobil sport seharga Rp2,9 hingga Rp3,1 miliar itu tampak mengalami kerusakan pada bagian bodinya akibat insiden yang dilaporkan terjadi saat sopir truk mengantuk ketika mengemudi.
Baca Juga: Mercedes-Benz Terpukul Tarif Trump, Laba Operasi Anjlok di 2025
Rekaman insiden ini pertama kali diunggah akun Instagram @infodepok_id pada Sabtu (2/08/2025). Dalam video tersebut, tampak jelas bodi Porsche yang mulus berubah baret akibat benturan di jalanan kota.
Kejadian ini lantas menyita perhatian netizen—tak hanya karena harga mobilnya, tapi juga soal “pantaskah” Porsche 718 Cayman digunakan di jalanan Indonesia?
Dari sisi spesifikasi, Porsche 718 Cayman memang tampil menggoda. Mobil ini dilengkapi velg alloy 20 inci, suspensi adaptif elektronik, serta interior mewah berbahan Alcantara yang biasa dipakai di supercar.
Secara desain, bodinya aerodinamis dengan lekukan khas Porsche yang memadukan gaya klasik dan modern.
Baca Juga: Tesla Uji Coba Layanan Robotaksi Bergaya Sopir Pribadi di California, Masih dengan Pengemudi Manusia
Namun, di balik kemewahan itu, mobil ini justru menuai kritik karena menggunakan mesin empat silinder.
Dalam ulasan Top Gear yang dikutip Minggu (3/08/2025), langkah Porsche dianggap sebagai kompromi demi efisiensi bahan bakar dan pengurangan emisi, bukan murni untuk mendongkrak performa.
“Di atas kertas, konsumsi bahan bakarnya memang impresif sekitar 30 mpg. Tapi pengorbanan suara mesin dan sensasi berkendara membuat sebagian penggemar Porsche merasa kecewa,” tulis Top Gear.
Tak hanya itu, Top Gear juga menyebutkan desain gril depan baru Porsche 718 Cayman memang memberi tampilan agresif, tapi hanya sebatas estetika. Tidak banyak dampak fungsional dari sisi aerodinamika, terutama saat digunakan di jalan umum yang penuh risiko seperti di Indonesia.
Baca Juga: Tesla Dapat Tekanan Investor Soal Rencana Investasi ke Startup AI Milik Elon Musk, xAI
Mobil ini disebut lebih ideal untuk lintasan sirkuit atau jalan bebas hambatan beraspal mulus. Sayangnya, medan jalan kota seperti Jakarta dan sekitarnya yang rawan macet, sempit, dan penuh potensi insiden seperti diserempet truk, membuat mobil sekelas Cayman menjadi rentan kehilangan “kegagahannya”.
Artikel Terkait
BYD Tunda Produksi Massal di Pabrik Hongaria, Fokus ke Turki untuk Produksi Lebih Cepat dan Murah
AvtoVAZ Pertimbangkan Kerja 4 Hari Seminggu di Tengah Penurunan Penjualan dan Persaingan Ketat dari China
Hyundai Motor Alami Penurunan Laba Q2, Peringatkan Dampak Lebih Besar dari Tarif AS di Kuartal Berikutnya
Disukai Anak Muda, Yamaha Grand Filano Ternyata Masih Punya Kekurangan yang Jadi Sorotan Netizen
Saat BYD Fokus Produksi, Tesla Masih Andalkan Sopir Manusia di Layanan Transportasi Bay Area
Volkswagen Pangkas Proyeksi 2025 Setelah Terpukul Tarif $1,5 Miliar, Audi dan Porsche Alami Kerugian Besar
Tesla Dapat Tekanan Investor Soal Rencana Investasi ke Startup AI Milik Elon Musk, xAI
AS Tutup Investigasi atas Insiden dan Perilaku Aneh Mobil Swakemudi Waymo
Tesla Uji Coba Layanan Robotaksi Bergaya Sopir Pribadi di California, Masih dengan Pengemudi Manusia
Mercedes-Benz Terpukul Tarif Trump, Laba Operasi Anjlok di 2025