METROSELEBES.COM– Ousmane Dembélé bukan hanya sekadar pemain berbakat dengan kecepatan dan keterampilan menggiring bola yang memukau. Ia adalah gambaran nyata bagaimana ketekunan dan daya tahan mental dapat mengubah tantangan menjadi peluang. Dari masa mudanya di Rennes hingga menjadi bagian penting Paris Saint-Germain dan tim nasional Prancis, perjalanan Dembélé dihiasi bukan hanya oleh sorotan, tetapi juga luka-luka yang membuatnya nyaris tersingkir dari peta sepak bola elit.
Awal yang Menjanjikan di Rennes
Lahir di Vernon, Prancis, pada 15 Mei 1997, Dembélé mencuri perhatian sejak usia muda. Ia memulai karier profesionalnya bersama Rennes, tampil pertama kali untuk tim cadangan di Championnat de France Amateur 2 pada 6 September 2014. Dalam pertandingan debut itu, ia langsung menunjukkan potensinya dengan membantu terciptanya gol. Musim pertamanya pun diakhiri dengan catatan impresif: 13 gol dalam 18 pertandingan, termasuk hat-trick sensasional melawan Hérouville.
Baca Juga: Latihan Dengan Anjing Hingga Beli Rumah Untuk Nenek. Inilah Sisi Lain dari Lamine Yamal.!!!
Tak butuh waktu lama bagi Dembélé untuk menembus tim utama. Pada November 2015, ia mencetak gol pertamanya di Ligue 1 melawan Bordeaux. Penampilannya semakin mengesankan saat ia mencetak hat-trick dalam Derby Breton melawan Nantes. Saat itu, Prancis mulai memperhatikan pemain muda yang disebut-sebut akan menjadi bintang besar berikutnya.
Mengepak Sayap ke Jerman
Borussia Dortmund menjadi pelabuhan berikutnya. Pada Mei 2016, Dembélé resmi bergabung dengan klub Bundesliga tersebut. Di bawah asuhan Thomas Tuchel, ia semakin berkembang sebagai penyerang eksplosif yang penuh kejutan. Meski baru satu musim membela Dortmund, kontribusinya cukup besar untuk membawa klub ke final DFB-Pokal dan memenangkan gelar tersebut pada 2017.
Baca Juga: Dibuang Manchester United, Bersinar di Real Betis. Inilah Sisi Lain dari Antony
Rekor Transfer dan Tekanan di Barcelona