Dengan anggaran Rp757,8 triliun, pemerintah berharap angka partisipasi murni di pendidikan menengah dapat meningkat signifikan dan kesenjangan antarwilayah bisa dipersempit.
Selain itu, program pendidikan bermutu juga diarahkan untuk meningkatkan literasi dasar, numerasi, dan kemampuan berpikir kritis generasi muda.
Pemerintah menargetkan capaian literasi Indonesia dapat naik ke peringkat 50 besar dunia pada 2030, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Baca Juga: Koperasi Merah Putih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Rakyat, Masuk Prioritas RAPBN 2026
Jika dibandingkan dengan APBN 2025, alokasi pendidikan saat itu sebesar Rp612 triliun. Kenaikan hampir Rp150 triliun pada 2026 menunjukkan keberpihakan pemerintah dalam menjadikan pendidikan sebagai tulang punggung pembangunan bangsa.
“Pendidikan bukan sekadar kewajiban negara, melainkan jalan utama untuk membangun peradaban. Dengan pendidikan bermutu, kita bisa melahirkan generasi yang tangguh, sehat, dan mampu bersaing di dunia,” tutup Presiden Prabowo.***
Artikel Terkait
Bupati Parigi Moutong Ingatkan PPPK: Jangan Sampai Kinerja Kalah dari PNS
Bupati Parigi Moutong Ingatkan PPPK: Jangan Gadaikan SK, Fokus pada Kinerja
RAPBN 2026: Delapan Agenda Prioritas Prabowo untuk Indonesia Maju
Ketahanan Pangan Jadi Sorotan Utama RAPBN 2026: Prabowo Alokasikan Rp164,4 Triliun
Ketahanan Energi Jadi Andalan RAPBN 2026, Pemerintah Gelontorkan Rp402,4 Triliun
Program Makan Bergizi Gratis Jadi Prioritas RAPBN 2026, Pemerintah Siapkan Rp335 Triliun
Koperasi Merah Putih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Rakyat, Masuk Prioritas RAPBN 2026
RAPBN 2026 Prioritaskan Investasi dan Perdagangan Global, Pemerintah Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Pertahanan Semesta Jadi Agenda Strategis RAPBN 2026, Pemerintah Siapkan Anggaran Besar
Pelayanan Kesehatan Berkualitas Jadi Prioritas RAPBN 2026, Pemerintah Anggarkan Rp244 Triliun