Sementara nilai ekspor nonmigas Indonesia pada periode yang sama tercatat sebesar USD 258 miliar.
Dengan kebijakan baru di RAPBN 2026, pemerintah menargetkan investasi bisa tembus Rp1.800 triliun dan ekspor naik minimal 15%.
Prabowo menegaskan, percepatan investasi dan perdagangan bukan hanya untuk kepentingan angka makroekonomi, tetapi juga berdampak langsung bagi rakyat.
Baca Juga: Ketahanan Pangan Jadi Sorotan Utama RAPBN 2026: Prabowo Alokasikan Rp164,4 Triliun
“Kita ingin investasi menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan daerah, serta memberi ruang bagi produk UMKM agar dikenal dunia,” ujarnya.
Dengan arah kebijakan ini, pemerintah optimistis ekonomi Indonesia akan tumbuh stabil di kisaran 5,5% hingga 6% pada 2026, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Asia.***
Artikel Terkait
Viral Turis Mesir Gugat Hotel Lombok Rp28,4 Miliar Usai Digigit Ular Berbisa
Duka di Tengah Merah Putih: Gempa Poso Hantam Gereja Elim Masani Saat Indonesia Peringati HUT RI ke-80
Ribuan PPPK Parigi Moutong Resmi Dikukuhkan, SK Tahap 1 Diserahkan Bupati
Bupati Parigi Moutong Ingatkan PPPK: Jangan Sampai Kinerja Kalah dari PNS
Bupati Parigi Moutong Ingatkan PPPK: Jangan Gadaikan SK, Fokus pada Kinerja
RAPBN 2026: Delapan Agenda Prioritas Prabowo untuk Indonesia Maju
Ketahanan Pangan Jadi Sorotan Utama RAPBN 2026: Prabowo Alokasikan Rp164,4 Triliun
Ketahanan Energi Jadi Andalan RAPBN 2026, Pemerintah Gelontorkan Rp402,4 Triliun
Program Makan Bergizi Gratis Jadi Prioritas RAPBN 2026, Pemerintah Siapkan Rp335 Triliun
Koperasi Merah Putih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Rakyat, Masuk Prioritas RAPBN 2026