Pemerintah Geruduk Pasar! 1,3 Juta Ton Beras SPHP Disalurkan ke 5.000 Titik, Harga Terkunci dan Merata

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Sabtu, 19 Juli 2025 | 18:21 WIB
Dalam langkah besar menstabilkan pasokan dan harga pangan nasional, pemerintah resmi menyalurkan 1,3 juta ton beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) ke seluruh wilayah Indonesia. (Istagram kementeerianpertanian)
Dalam langkah besar menstabilkan pasokan dan harga pangan nasional, pemerintah resmi menyalurkan 1,3 juta ton beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) ke seluruh wilayah Indonesia. (Istagram kementeerianpertanian)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Dalam langkah besar menstabilkan pasokan dan harga pangan nasional, pemerintah resmi menyalurkan 1,3 juta ton beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) ke seluruh wilayah Indonesia.

Program ini dijalankan melalui Gerakan Pangan Murah dan telah digelar di lebih dari 5.000 titik distribusi, mulai dari kota besar hingga pelosok desa.

Langkah masif ini menjadi bagian dari strategi jangka pendek dan menengah untuk memastikan akses beras murah dan merata, serta menekan potensi inflasi pangan yang masih mengintai perekonomian nasional.

Baca Juga: Ribu Koperasi Merah Putih Diluncurkan! Pemerintah Genjot Ekonomi Desa Lewat Gerakan Kolektif

Dalam unggahan resmi Kementerian Pertanian, dijelaskan bahwa sinergi antara Kementerian Pertanian, Bulog, BUMN Pangan, PT Pos Indonesia, ID Food, dan Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) menjadi kunci keberhasilan distribusi yang menyentuh langsung masyarakat.

Harga beras SPHP dijual berdasarkan zonasi wilayah dan telah ditetapkan melalui Harga Eceran Tertinggi (HET), yaitu:

Zona 1: Rp12.500/kg (Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, Sulawesi)

Baca Juga: Detik-detik Kapal Sabuk Nusantara Tabrak Bagang Terbesar di Tolitoli, Ini Penyebab dan Respons Warganet

Zona 2: Rp13.100/kg (Sumatra selain Lampung & Sumsel, Kalimantan, NTT)

Zona 3: Rp13.500/kg (Maluku dan Papua)

Ketersediaan beras dengan harga terjangkau ini diharapkan mampu menahan gejolak harga yang sebelumnya telah menyentuh angka Rp15.000–Rp15.500/kg di beberapa wilayah, terutama kawasan Indonesia timur.

Menteri Pertanian RI dalam beberapa kesempatan menyampaikan bahwa program ini bukan hanya soal distribusi, tapi bentuk kehadiran negara dalam melindungi daya beli rakyat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tantangan iklim domestik.

Baca Juga: Sambutan Adat Megah di Mepanga, Bukti Komitmen Lestarikan Budaya Lokal

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X