Portal ASN Digital Satu Pintu: Transformasi Layanan Aparatur Negara Menuju Era Pelayanan Modern

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Kamis, 10 Juli 2025 | 19:46 WIB
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) resmi mendorong integrasi layanan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke dalam satu platform digital satu pintu yang diberi nama Portal ASN. (Instagram kemenpanrb)
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) resmi mendorong integrasi layanan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke dalam satu platform digital satu pintu yang diberi nama Portal ASN. (Instagram kemenpanrb)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) resmi mendorong integrasi layanan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke dalam satu platform digital satu pintu yang diberi nama Portal ASN.

Langkah ini disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi II DPR RI yang berlangsung di Jakarta, Kamis (10/7/2025).

Melalui portal ini, seluruh layanan terkait manajemen ASN akan terintegrasi secara menyeluruh untuk mempermudah pengelolaan, pelayanan, serta mempercepat proses administrasi.

Baca Juga: 2026, Pemerintah Dorong Akselerasi Hunian Layak Lewat BSPS dan 500.000 Rumah Subsidi

Portal ini akan menyediakan pelayanan berbasis G2E (Government to Employee) dan G2G (Government to Government) yang berarti ASN dapat berinteraksi langsung dengan pemerintah pusat maupun daerah melalui sistem digital yang efisien.

Dalam rapat tersebut, Menteri PAN-RB Rini Widyantini menyampaikan bahwa inisiatif ini sejalan dengan transformasi digital yang menjadi agenda besar dalam Undang-Undang ASN.

"Digitalisasi manajemen ASN adalah fondasi utama bagi reformasi birokrasi yang responsif, transparan, dan akuntabel," ujarnya di hadapan pimpinan Komisi II DPR RI.

Baca Juga: Sekolah Berasrama Prabowo: Solusi Putus Rantai Kemiskinan Anak Bangsa

Data dari BKN (Badan Kepegawaian Negara) per Mei 2025 mencatat bahwa Indonesia memiliki lebih dari 4,2 juta ASN aktif yang tersebar di pusat dan daerah. Dengan jumlah yang besar ini, integrasi sistem digital sangat diperlukan untuk memastikan efisiensi, efektivitas, dan akurasi dalam pengelolaan ASN.

Digitalisasi ini juga akan mendukung proses rekrutmen, mutasi, pengembangan karier, hingga pensiun secara terintegrasi.

Lebih jauh, sistem ini memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data dan meminimalisir penyalahgunaan wewenang dalam birokrasi.

Baca Juga: Trump Sebut Energi Terbarukan Tak Stabil, Data Justru Tunjukkan Texas Makin Andal dan Murah

Langkah Indonesia dalam digitalisasi ASN sejalan dengan tren global. Negara-negara seperti Singapura dan Estonia telah terlebih dahulu mengadopsi sistem serupa, yang terbukti mampu memangkas birokrasi dan meningkatkan pelayanan publik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X