Jejak Intelektual Imam Bukhari Jadi Perekat Diplomasi Budaya Indonesia-Uzbekistan

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Rabu, 2 Juli 2025 | 19:20 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (Menko PM), Muhaimin Iskadar, menerima audiensi dari delegasi Pusat Riset Perawi Hadis Sahih dan Kajian Islam Uzbekistan. (Instagram kemenkopmri)
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (Menko PM), Muhaimin Iskadar, menerima audiensi dari delegasi Pusat Riset Perawi Hadis Sahih dan Kajian Islam Uzbekistan. (Instagram kemenkopmri)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (Menko PM), Muhaimin Iskandar, menerima audiensi dari delegasi Pusat Riset Perawi Hadis Sahih dan Kajian Islam Uzbekistan.

Pertemuan tersebut berlangsung di kantor Kemenko PMK dan menjadi momen penting dalam menegaskan arti strategis diplomasi budaya dan pertukaran intelektual lintas negara.

Audiensi tersebut menekankan urgensi menjaga dan merawat jejak intelektual lintas generasi melalui berbagai inisiatif konkret seperti riset, program beasiswa, digitalisasi arsip, serta pameran budaya dan keterlibatan komunitas.

Baca Juga: Pemerataan ASN Mandek, DPR Desak Regulasi Baru untuk Daerah 3T

Tujuan utama lawatan ini adalah membangun koneksi antarbangsa yang kuat, meningkatkan kesadaran publik, serta menginspirasi generasi muda agar nilai-nilai keilmuan ulama besar seperti Imam Bukhari tetap hidup dan relevan dalam upaya pemberdayaan masyarakat modern.

Menurut pernyataan resmi dari @kemenkopmri, kolaborasi ini juga memperluas cakupan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Uzbekistan dalam bidang pendidikan, budaya, dan keagamaan.

Delegasi Uzbekistan dipimpin oleh pejabat tinggi yang secara langsung membidangi pelestarian manuskrip dan warisan keislaman klasik, khususnya karya-karya Imam Bukhari yang merupakan tokoh monumental dalam ilmu hadis.

Baca Juga: Lima Komoditas Ini Bisa Jadi Tambang Emas Baru Lewat Hilirisasi

Sebagai informasi tambahan, Uzbekistan merupakan tempat kelahiran Imam Bukhari, ulama besar penyusun kitab Shahih Bukhari, salah satu koleksi hadis paling otoritatif dalam Islam Sunni.

Dalam beberapa tahun terakhir, Uzbekistan aktif mendorong penguatan diplomasi budaya melalui pelestarian warisan intelektual Islam yang mendunia, termasuk membangun Museum Imam Bukhari di Samarkand dan pusat digitalisasi manuskrip Islam kuno.

Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Indonesia dalam memperkuat diplomasi kebudayaan dan spiritualitas melalui kerja sama dengan negara-negara sahabat yang memiliki kedekatan historis dan nilai.

Baca Juga: Surat Izin Dapur BGN Dipertanyakan, DPR RI Soroti Penghalang Pengawasan Pangan

Seperti yang pernah ditegaskan oleh Presiden RI Prabowo Subianto, diplomasi kebudayaan menjadi instrumen penting dalam membangun perdamaian dan pengaruh positif Indonesia di dunia global.

Diharapkan dari pertemuan ini akan terjalin kerja sama konkret yang memberi manfaat luas, khususnya dalam peningkatan kapasitas riset, pertukaran pelajar, dan proyek digitalisasi manuskrip klasik Islam yang selama ini belum tergarap maksimal di Asia Tenggara.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X