Ini menjadikan narasi Zionis tak hanya bermasalah secara etika, tetapi juga gagal secara akademis.
Sementara itu, organisasi HAM internasional seperti Human Rights Watch dan Amnesty International juga telah berulang kali menuding Israel melakukan apartheid dan perampasan tanah, sebagaimana dilaporkan dalam berbagai laporan resmi mereka sejak 2021.
Pernyataan Muhammad Husain menjadi refleksi suara rakyat Gaza yang selama bertahun-tahun menyaksikan penggusuran, blokade, dan pembantaian, yang menurutnya tak bisa ditutupi oleh propaganda media manapun.
“Bicaralah dengan fakta, bukan dengan fiksi kolonial,” pungkas Husain sambil menantang aktivis pro-Israel itu untuk datang langsung ke Gaza dan melihat kenyataan di lapangan.
Dengan debat ini, Muhammad Husain memperkuat narasi bahwa kebenaran sejarah bukan milik penjajah, melainkan milik mereka yang menjadi korban.
Dan suara seperti milik Shlomo Sand dan rakyat Palestina terus membongkar mitos Zionisme yang telah lama digunakan untuk membenarkan kejahatan kemanusiaan di tanah Palestina.***
Artikel Terkait
Hari Bhayangkara ke-79, Kapolda Sulteng Umrohkan 6 Penggali Kubur dan Pengurus Jenazah
Penjualan Mobil di AS Naik pada Kuartal Kedua, Tapi Ancaman Tarif dan Harga Tinggi Bayangi Paruh Akhir Tahun
Ferrari Amalfi Resmi Diluncurkan: Coupe Bertenaga V8 Ini Siap Jadi Penerus Roma Sebelum Era Mobil Listrik Dimulai
Zakir Naik Safari Dakwah di Indonesia: Guncang Surakarta hingga Jakarta dengan 12 Kamera Mewah, ini jadwalnya
Dua Warga Negara China Dituduh Rekrut Anggota Militer AS untuk Mata-Mata
AS dan Sekutu Indo-Pasifik Luncurkan Langkah Strategis di Sektor Mineral
Kondisi Gaza Terkini Kian Memburuk, Sekitar 80-100 Warga Tewas Setiap Hari
Tesla vs BYD: Duel Raksasa Mobil Listrik Dunia, Siapa yang Lebih Unggul?
Yusuf Donggala Jadi Calon Kuat Juara D’Academy 2025, Tampil Memukau dan Raih Standing Ovation Dewan Juri
Gelar Perkara Ijazah Jokowi Digelar Kamis, Roy Suryo Siap Hadir sebagai Ahli