KUPANG, METROSELEBES.COM – Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A., bersama Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol (Purn.) Drs. Johanis Asadoma, M.Hum., melakukan kunjungan ke Posyandu Kemala Bhayangkari Cabang Sat Brimobda NTT dalam rangka mendukung distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (25/6) ini diterima langsung oleh Komandan Detasemen Gegana Sat Brimob Polda NTT, Komisaris Polisi Dennis Y.N. Leihitu, S.H., dan dilaksanakan di Markas Komando Satuan Brimob Polda NTT.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif strategis nasional yang diinisiasi oleh Presiden RI Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto sebagai langkah percepatan penanganan stunting serta peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, dan menyusui.
Baca Juga: Enam Pejabat Polda Sulteng Dimutasi, Ini Daftar Lengkapnya
Dalam sambutannya, Rektor Unhan RI menekankan pentingnya program ini sebagai upaya mencetak Generasi Emas 2045 yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Lebih lanjut, Rektor menyampaikan bahwa MBG menjadi refleksi dari visi besar Presiden dalam memastikan akses gizi merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
MBG dianggap sebagai langkah transformasional untuk menjamin anak-anak Indonesia mendapatkan nutrisi optimal guna menunjang tumbuh kembang fisik dan kecerdasan mereka.
Baca Juga: Studi Ungkap: Strategi Pinjaman China Hambat Kemandirian Keuangan Negara Berkembang
Pada kesempatan itu, secara simbolis, Rektor Unhan RI dan Wakil Gubernur NTT menyerahkan paket makanan bergizi kepada para penerima manfaat di Posyandu Kemala Bhayangkari.
Kegiatan ini juga merupakan hasil kolaborasi dengan Rumah Gizi serta pelibatan kader-kader posyandu sebagai garda terdepan layanan kesehatan dasar masyarakat.
Distribusi MBG di posyandu menjadi bagian dari pendekatan komprehensif pemerintah untuk menjangkau masyarakat secara langsung dan efektif.
Baca Juga: Korea Utara Resmikan Zona Wisata Pantai Wonsan, Targetkan Jadi Destinasi Kelas Dunia
Dalam hal ini, Unhan RI berperan aktif melalui program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), sebuah inisiatif strategis yang menempatkan mahasiswa sebagai mitra pembangunan daerah, khususnya dalam aspek ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.
Menurut data Kementerian Kesehatan RI tahun 2023, prevalensi stunting nasional masih berada di angka 21,6%, dan NTT merupakan salah satu provinsi dengan prevalensi tertinggi.
Artikel Terkait
KEK Sanur Diresmikan: Transformasi Bali Jadi Destinasi Medis Kelas Dunia
Asta Cita Jadi Kompas Pembangunan Desa: Mendes Yandri Tekankan Sinergi Daerah
Transparansi Tanpa Celah: Mensos Ajak Rakyat Awasi Bansos Lewat Jalur Digital
Sanur Menuju Pusat Kesehatan Asia: KEK Kesehatan dan BIH Resmi Diluncurkan
Rutte Sebut Trump seperti "Ayah di Tengah Perkelahian Anak Sekolah", Puji Peran Kunci dalam Perdamaian Iran-Israel
Trump Isyaratkan Pelonggaran Sanksi Minyak Iran Demi Pemulihan Ekonomi Teheran
Wall Street Beragam: Nasdaq Naik, Dow Melemah di Tengah Damainya Timur Tengah dan Fokus pada Powell
Korea Utara Resmikan Zona Wisata Pantai Wonsan, Targetkan Jadi Destinasi Kelas Dunia
Enam Pejabat Polda Sulteng Dimutasi, Ini Daftar Lengkapnya
Studi Ungkap: Strategi Pinjaman China Hambat Kemandirian Keuangan Negara Berkembang