Di beberapa wilayah seperti Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan, peningkatan jumlah usaha mikro dan UMKM baru naik hingga 18% dalam setahun terakhir, yang sebagian besar disebabkan oleh kemudahan akses pembiayaan melalui koperasi desa.
“Melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, masyarakat desa tidak perlu lagi kesulitan mencari akses pembiayaan usaha.
Inilah bentuk nyata ekonomi gotong royong yang memperkuat kemandirian desa,” tulis pernyataan resmi akun Kopdes Merah Putih.
Baca Juga: DPR Siap Kawal Tahun Sidang 2024–2025: Fokus Pengangguran, Haji 2025, dan Aturan Ojek Online
Program ini bukan sekadar membuka akses keuangan, tetapi juga menjadi strategi nyata dalam mengurangi ketimpangan ekonomi antara desa dan kota, serta menciptakan ekosistem usaha desa yang inklusif dan berkelanjutan.***
Artikel Terkait
405 Ribu KPM Akhirnya Terima Bansos Setelah Gagal Salur, Pemerintah Genjot Perbaikan Data
Prabowo Pacu Pertumbuhan Desa Lewat Koperasi Merah Putih, Perkuat Ekonomi dan Tekan Biaya Hidup
Kades Belajar ke Negeri Tirai Bambu, Pemerintah Dorong Lompatan Kemajuan Desa
BSU 2025 Cair, Buruh Bergaji Rp3,5 Juta ke Bawah Jadi Prioritas
Koperasi Merah Putih” Jadi Senjata Baru Pemerintah Bangkitkan Ekonomi Desa
Tahun Ajaran Baru 2025, Sekolah Rakyat Siap Dimulai 14 Juli
DPR Apresiasi Aksi Cepat Presiden Prabowo Atasi Konflik Wilayah dan Tambang Raja Ampat
DPR Siap Kawal Tahun Sidang 2024–2025: Fokus Pengangguran, Haji 2025, dan Aturan Ojek Online
Utusan Trump: Pembicaraan AS-Iran Menjanjikan, Peluang Damai Jangka Panjang Terbuka
Semangat Gotong Royong Kopdes: Kunci Pengawasan dan Profesionalisme Koperasi Desa