MOSKOW, METROSELEBES.COM – Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi mengajak Presiden terpilih Indonesia, Prabowo Subianto, untuk bekerja sama membangun proyek nuklir rusia dan indonesia sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral dan kerjasama strategis kedua negara.
Proyek nuklir ini ditujukan untuk mendukung pembangunan energi bersih dan berkelanjutan di Indonesia, serta memperluas investasi teknologi tinggi antara Moskow dan Jakarta.
Ajakan tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral antara Presiden Putin dan delegasi Indonesia, yang mewakili transisi pemerintahan menjelang pelantikan Prabowo Subianto sebagai Presiden RI pada Oktober 2024.
Baca Juga: Diplomasi Didesak, Sementara Trump Pertimbangkan Aksi Militer di Tengah Perang Udara Iran-Israel
Dalam pertemuan itu, Putin secara terbuka mengapresiasi sikap Indonesia yang terus menjaga netralitas geopolitik, sekaligus menyatakan kesiapan Rusia untuk mendukung kebutuhan energi masa depan Indonesia melalui teknologi nuklir sipil.
"Rusia memiliki pengalaman panjang dalam teknologi reaktor modular kecil (SMR) yang aman dan efisien.
Kami siap menawarkan keahlian kami kepada Indonesia," ungkap Putin. Ia juga menyebut bahwa proyek nuklir ini akan menjadi simbol peradaban baru di bidang energi antara kedua bangsa.
Baca Juga: Dari Teras Rumah ke Era Digital: UMKM Desa Kini Tampil dengan Strategi Jualan Modern
Sebelumnya, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) telah mencanangkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Kalimantan dan Sulawesi sebagai bagian dari strategi jangka panjang transisi energi.
Dengan masuknya Rusia dalam kerjasama ini, peluang realisasi PLTN di Indonesia diperkirakan akan semakin terbuka lebar.
Presiden Prabowo sendiri, dalam beberapa pidatonya, menyampaikan pentingnya diversifikasi energi nasional demi ketahanan energi jangka panjang.
Baca Juga: Netanyahu Tegaskan Israel Tak Targetkan Rezim Iran, Tapi Siap Lumpuhkan Nuklir
Kolaborasi dalam proyek nuklir ini dinilai sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, yang menargetkan pembangunan berbasis teknologi dan kemandirian energi.
Artikel Terkait
Keseimbangan Tak Setara: Israel Vs Iran dalam Kekuatan Militer Modern
Dibalik Gemerlap Nikel Morowali: Pelanggaran Lingkungan dan Desakan Bentuk Otorita Baru
80 Ribu Koperasi Merah Putih Siap Dibangun, Proyek Percontohan Dimulai Akhir Juli
75 Tahun Diplomasi Erat, Indonesia–Rusia Sepakati Langkah Strategis Baru di Bidang Investasi dan Pendidikan
Prabowo Buka Jakarta Fair 2025: Inovasi dan Pemberdayaan Jadi Mesin Bangkitnya Ekonomi Rakyat
Di Tengah Serangan Israel, Oposisi Iran Bingung Menentukan Arah
Trump Akan Putuskan Arah Keterlibatan AS dalam Perang Israel-Iran dalam Dua Minggu
Netanyahu Tegaskan Israel Tak Targetkan Rezim Iran, Tapi Siap Lumpuhkan Nuklir
Dari Teras Rumah ke Era Digital: UMKM Desa Kini Tampil dengan Strategi Jualan Modern
Diplomasi Didesak, Sementara Trump Pertimbangkan Aksi Militer di Tengah Perang Udara Iran-Israel