- IT dan digitalisasi
- Teknik dan konstruksi
- Kesehatan dan caregiving
- Perhotelan dan pariwisata
- Pendidikan dan pelatihan kejuruan
Pendidikan soal risiko penipuan menjadi penting. Masyarakat harus memahami bahaya permintaan biaya di awal, paspor ditahan, hingga rekrutmen lewat media sosial tanpa kontrak kerja jelas.
Semua ini harus menjadi standar pengetahuan sebelum keberangkatan.
PMI (Pekerja Migran Indonesia) diharapkan naik kelas menjadi tenaga kerja profesional global. Dengan meningkatkan skill, pendidikan, dan mengikuti jalur legal, risiko penipuan, kerja paksa, dan perdagangan manusia bisa ditekan.
Ubah cara pikir: Dari: “Yang penting bisa kerja cepat di luar negeri.”
Ke: “Lebih baik siapin skill dan ikut jalur resmi biar aman dan hasilnya lebih bagus.”***
Artikel Terkait
Tragedi Berdarah di Sekolah Graz: Mantan Siswa Tewaskan 10 Orang dan Bunuh Diri
Benteng Raksasa Pantura: Mega Proyek Giant Sea Wall Penyelamat Pesisir Jawa
Dua Malam Berturut-turut Rusuh di Ballymena: Polisi Diserang, Rumah Dibakar, Pemerintah Kutuk Kekerasan
AS dan Tiongkok Capai Kesepakatan Awal: Perang Dagang Mereda, Ekspor Mineral Kritis Dilonggarkan
Indeks Saham India Diprediksi Menguat, Didukung Optimisme Perdagangan Global
Harga Emas Naik di Tengah Ketidakpastian Perdagangan AS-China, Pasar Menanti Data Inflasi AS
Taktik Baru ICE Dikecam: Target Penangkapan Harian Tiga Kali Lipat, Warga Tak Berdokumen Jadi Sasaran Acak
Mentan Amran Targetkan Swasembada Gula 2028-2030
Deklarasi Bersih dari Korupsi: Kemenkop Kawal 80.000 Kopdes Merah Putih dengan Integritas
Los Angeles Mencekam: Aksi Protes Imigrasi Meluas, Trump Kirim Marinir dan National Guard