Prabowo Tak Akan Tenang Sebelum Indonesia Swasembada Pangan, Dimulai dari Jagung Bengkayang

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Sabtu, 7 Juni 2025 | 21:28 WIB
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa perjuangannya di dunia politik akan terus berfokus pada satu tujuan utama: menjadikan Indonesia swasembada pangan. (Instagram kemensetneg.ri)
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa perjuangannya di dunia politik akan terus berfokus pada satu tujuan utama: menjadikan Indonesia swasembada pangan. (Instagram kemensetneg.ri)

 

BENGKAYANGMETROSELEBES.COMPresiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa perjuangannya di dunia politik akan terus berfokus pada satu tujuan utama: menjadikan Indonesia swasembada pangan.

Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (5/6/2025), Prabowo menekankan bahwa tidak akan ada kemerdekaan sejati jika sebuah bangsa masih bergantung pada pangan impor.

“Tidak ada bangsa yang merdeka sesungguhnya kalau bangsa itu tidak bisa produksi makanannya sendiri. Karena itu, pengabdian saya selalu fokus, saya tidak akan tenang sebelum Indonesia swasembada pangan,” tegas Prabowo dalam pidatonya saat menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II di Bengkayang.

Baca Juga: Olahraga Jadi Pelarian Efektif Usai Patah Hati, Ini Bukti Bukan Sekadar Tren

Presiden menilai ketahanan dan kedaulatan pangan adalah fondasi mutlak bagi kemandirian bangsa.

Produksi pangan dalam negeri bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga harga diri dan keamanan nasional.

Itulah sebabnya, program swasembada pangan menjadi prioritas utama pemerintahan di bawah kepemimpinannya.

Dalam konteks tersebut, panen raya jagung yang dilakukan serentak di Bengkayang menjadi simbol awal dari tekad nasional untuk memperkuat produktivitas pertanian.

Baca Juga: Koalisi 6 Kementerian: Pendidikan Antikorupsi Jadi Pilar Indonesia Maju

Kalimantan Barat dipilih karena potensi lahan luas dan subur yang sangat mendukung peningkatan volume produksi pangan, khususnya jagung, yang merupakan komoditas strategis bagi ketahanan pakan dan pangan.

Data dari BPS mencatat bahwa pada 2024, Indonesia masih mengimpor lebih dari 800 ribu ton jagung, terutama untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak.

Menurut Kementerian Pertanian, program perluasan areal tanam jagung di luar Jawa menjadi strategi penting menekan impor.

Baca Juga: Langkah Emas Menuju Anak Bebas Stunting: Capaian Nyata dan Harapan 2025

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X