JAKARTA, METROSELEBES.COM – Triwulan I 2025 menjadi tonggak penting bagi sektor pertanian Indonesia.
Menurut data resmi dari Kementerian Pertanian dan Badan Pusat Statistik (BPS), pertanian bukan hanya menjadi lumbung pangan, tetapi juga lumbung ekonomi nasional dengan kontribusi tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan penyerapan tenaga kerja.
Sebanyak 1,11% dari total pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,87% di triwulan pertama 2025 berasal dari sektor pertanian.
Ini menjadikan sektor pertanian sebagai kontributor tertinggi dibandingkan sektor lainnya seperti industri pengolahan (0,93%), perdagangan (0,66%), dan infokom (0,53%). Bahkan, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian sendiri tercatat mencapai 10,52%, tertinggi di antara semua sektor ekonomi.
Baca Juga: Kelapa Merajai Dunia: Ekspor Indonesia Tembus Pasar Global, China dan Malaysia Paling Gemar
Tak hanya itu, sektor pertanian juga menyerap 28,54% dari total tenaga kerja nasional yang mencapai 145,77 juta orang. Dengan kata lain, lebih dari 41 juta orang bekerja di sektor ini.
Dalam periode Februari 2024 hingga Februari 2025, sebanyak 890 ribu orang masuk ke lapangan usaha pertanian. Bahkan pada periode Agustus 2024–Februari 2025, sektor pertanian menjadi sektor dengan peningkatan tenaga kerja tertinggi, yaitu 850 ribu orang.
Menurut Menteri Pertanian, lonjakan ini didorong oleh peningkatan produksi padi dan jagung secara signifikan. "Pertanian telah menjadi tulang punggung perekonomian sekaligus penyerap tenaga kerja terbesar.
Baca Juga: Dolar AS Melemah Akibat Ketegangan Tarif Baja dan Hubungan Dagang dengan China
Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan produktivitas dan memperluas peluang kerja," ujar pernyataan resmi dalam unggahan Kementerian Pertanian.
Data dari World Bank juga menyebut bahwa sektor pertanian di negara berkembang seperti Indonesia tetap menjadi pendorong utama pengentasan kemiskinan dan ketahanan ekonomi nasional, terutama di tengah gejolak global.
Sementara itu, laporan OECD-FAO Agricultural Outlook 2023–2032 memperkirakan bahwa produksi pertanian di Asia Tenggara akan tumbuh stabil dalam dekade mendatang, dengan Indonesia menjadi salah satu pemain utama.
Baca Juga: Pelantikan Serentak Dua Bupati dan TP-PKK Sukses Warnai Awal Juni 2025 di Sulteng
Artikel Terkait
Kopdes Merah Putih Capai 75 Ribu: Bukti Nyata Kolaborasi Lintas Sektor Bangun Ekonomi Desa
Panen Tetap Cuan di Musim Kemarau: Ini 7 Tanaman Tahan Kering yang Cocok untuk Petani Indonesia”
Dari Jalanan Hong Kong ke Pameran di Taipei: Perjuangan Fu Tong Tak Berakhir
Trump dan Xi Akan Berdialog di Tengah Ketegangan Perdagangan Mineral Kritis
Upaya Perdamaian Diblokir: Israel Gagalkan Kunjungan Menteri Arab ke Palestina
Perang Dagang Trump Guncang Ekonomi Global: Dari Tarif Ekspor Gila-Gilaan hingga Drama Pengadilan
Harga Minyak Naik Tajam, OPEC+ Pilih Konsistensi Ketimbang Kejutan
Pelantikan Serentak Dua Bupati dan TP-PKK Sukses Warnai Awal Juni 2025 di Sulteng
Dolar AS Melemah Akibat Ketegangan Tarif Baja dan Hubungan Dagang dengan China
Negara Tak Bisa Dipermainkan: Prabowo Tegaskan Sanksi Bagi Pengkhianat Bangsa