Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Indonesia diprediksi mengalami musim kemarau panjang hingga Agustus 2025.
Dalam situasi ini, diversifikasi tanaman menjadi solusi strategis untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
Sementara itu, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa produksi jagung dan ubi jalar mengalami peningkatan signifikan di wilayah seperti Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan selama periode kemarau tahun lalu, membuktikan bahwa tanaman-tanaman tersebut mampu beradaptasi dalam kondisi minim air.
Baca Juga: Kelapa Merajai Dunia: Ekspor Indonesia Tembus Pasar Global, China dan Malaysia Paling Gemar
Laman Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) juga menyebutkan bahwa kacang hijau dan ubi jalar merupakan komoditas unggulan pada lahan marginal, terutama karena pertumbuhannya yang cepat dan perawatannya yang relatif mudah.***
Artikel Terkait
Komentar Mbappe Usai PSG Libas Inter 5-0 Dan Raih Treble Winner Liga Champions
Wamenaker Blak-Blakan: Ada Pengusaha Tolak SE Larangan Syarat Usia Dan Good Looking, Ini Regulasi Negara..!
Menjelang G7, PM Jepang Ishiba Upayakan Deal Dagang dengan Trump
Apakah Google Akan Kehilangan Dominasi di Dunia Pencarian? Berikut Penjelasannya.!!
Hakim AS Pertimbangkan Sanksi Lebih Ringan bagi Google dalam Kasus Monopoli Mesin Pencari
India Klaim Taktik Baru Sukses Kalahkan Pakistan dalam Konflik Terbaru
Taiwan Pastikan Utang AS Aman, Dolar AS Tetap Dominan Sebagai Mata Uang Cadangan Dunia
Mampukah Pertemuan di Istanbul Hentikan Perang Ukraina-Rusia?
Flayer Undian BRImo Festival, Kepala BRI Palu : Itu Tidak Benar Alias Hoax
Kopdes Merah Putih Capai 75 Ribu: Bukti Nyata Kolaborasi Lintas Sektor Bangun Ekonomi Desa