Fadli Zon Klarifikasi Soal Chairlift di Candi Borobudur Sebut Bukan Eskalator dan Tak Rusak Bangunan

photo author
REDAKSI, Metro Selebes
- Selasa, 27 Mei 2025 | 13:19 WIB
Potret Menteri Kebudayaan, Fadli Zon saat menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional I Ikatan Keluarga Minangkabau di Jakarta pada 22 Mei 2025.  (Foto : Instagram/fadlizon)
Potret Menteri Kebudayaan, Fadli Zon saat menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional I Ikatan Keluarga Minangkabau di Jakarta pada 22 Mei 2025. (Foto : Instagram/fadlizon)

MAGELANG, METROSELEBES.COM – Polemik pemasangan akses bantu di Candi Borobudur menyita perhatian publik, terutama di media sosial.

Menanggapi isu liar soal pembangunan eskalator di cagar budaya tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan klarifikasi tegas bahwa yang dipasang adalah chairlift atau stairlift, bukan eskalator seperti yang ramai dibicarakan.

Baca Juga: Strategi Besar Sosial Bangsa Dimulai dari Sini: Fadli Zon Nahkodai HIPIIS 2024-2028

“Ini ada berita-berita yang simpang siur terkait dengan Candi Borobudur. Saya ingin menegaskan bahwa itu hoaks. Tidak ada pembuatan lift atau eskalator di Candi Borobudur,” ujar Fadli di kompleks Parlemen, Senayan, Senin, 26 Mei 2025.

Menurutnya, informasi yang beredar di media sosial telah menyesatkan dan menimbulkan kesalahpahaman publik. Bahkan, ia menilai banyak yang tidak bisa membedakan antara istilah eskalator dan eskavator.

“Pemasangan yang dilakukan adalah chairlift, bukan sesuatu yang masif, dan tidak ada penetrasi pada bangunan. Artinya tidak merusak sama sekali,” tegas Fadli.

Baca Juga: Ramai Soal Stairlift di Candi Borobudur, Istana Tegaskan Tak Rusak Cagar Budaya

Chairlift tersebut, kata dia, dipasang untuk mendukung kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke lantai atas Candi Borobudur.

Selain sebagai bentuk pelayanan protokoler, pemasangan chairlift juga dinilai sebagai langkah inklusif dalam pariwisata budaya.

Fadli menyebut, penggunaan teknologi semacam ini bukanlah hal baru di situs-situs warisan dunia.

Fadli Zon mencontohkan beberapa situs terkenal di dunia yang sudah lebih dulu menggunakan fasilitas serupa.

Baca Juga: Ribuan Umat Buddha Ikuti Kirab Waisak 2025, Menyusuri Jalan Suci dari Candi Mendut ke Borobudur

“Di Akropolis Yunani, Sistine Chapel, Gereja St. Peter di Italia, Angkor Wat di Kamboja, hingga Tembok China—semuanya menggunakan teknologi sejenis untuk memudahkan akses pengunjung tanpa merusak struktur bangunan,” terang Fadli.

Politisi Gerindra ini pun memastikan bahwa semua proses di Candi Borobudur diawasi secara ketat oleh para ahli pelestarian dan Kementerian Kebudayaan, sehingga tidak akan mengancam keutuhan cagar budaya tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X