METROSELEBES.COM-Setelah pemerintahan mantan Presiden Donald Trump secara resmi menarik gugatan pengawasan terhadap kepolisian, para aktivis reformasi kepolisian berkomitmen untuk terus berjuang demi keadilan di tingkat lokal. Langkah ini diambil setelah Departemen Kehakiman AS mengumumkan pengakhiran tuntutan hukum terhadap departemen kepolisian di Minneapolis dan Louisville—dua kota yang menjadi simbol perlawanan setelah kematian tragis George Floyd dan Breonna Taylor pada tahun 2020.
Baca Juga: Israel Tertekan Dunia, Akankah Perang Berakhir?
Pengumuman kontroversial itu datang menjelang peringatan lima tahun kematian George Floyd, yang tewas di tangan seorang polisi yang menekan lehernya selama sembilan menit. Sementara itu, Breonna Taylor kehilangan nyawanya di rumah sendiri saat polisi mengeksekusi surat penggeledahan berdasarkan pernyataan palsu.
Pemerintahan Presiden Joe Biden sebelumnya menggugat kedua departemen tersebut dan memulai penyelidikan terhadap berbagai kepolisian lain di negara bagian seperti Arizona, New Jersey, dan Louisiana. Namun, semua proses itu kini dihentikan oleh pemerintahan Trump, yang menyebut pengawasan federal sebagai “eksperimen gagal” dan berpendapat bahwa penegakan hukum sebaiknya tetap berada di bawah kontrol pemerintah lokal.
Baca Juga: Kelapa Nusantara: Emas Hijau dari 10 Provinsi Penopang Perekonomian Indonesia
Keputusan ini memicu kekhawatiran di kalangan aktivis dan ahli hukum. Jonathan Smith, mantan pejabat di Departemen Kehakiman yang pernah merundingkan 25 kesepakatan reformasi, menekankan pentingnya keterlibatan federal dalam mengawasi pelaksanaan perubahan struktural. Tanpa dukungan tersebut, kata Smith, banyak reformasi tidak akan mendapatkan dana dan kepercayaan publik yang dibutuhkan.
Aktivis dari berbagai kota pun menyatakan akan meningkatkan tekanan terhadap pemerintah lokal. Jorden Giger, pendiri Black Lives Matter di South Bend, Indiana, menyerukan pengalihan dana dari kepolisian ke sektor-sektor seperti perumahan dan layanan kesehatan mental. Ia menyatakan, “Kami tidak butuh perbaikan kecil pada sistem yang menindas. Kami butuh bayangan baru tentang apa itu keamanan publik.”
Baca Juga: Desa Bangkit Lewat Koperasi Desa Merah Putih, Sulawesi Tengah Siap Jadi Poros Baru Ekonomi
Hal serupa digaungkan oleh Rod Adams dari New Justice Project di Minnesota. Ia berharap pemerintah kota tetap menerapkan reformasi penting seperti pelarangan cekikan dan tekanan pada leher oleh polisi, meski tanpa adanya dekrit pengawasan federal.
Meskipun gugatan-gugatan terhadap departemen kepolisian dihentikan, wali kota di Minneapolis dan Louisville menyatakan komitmen mereka untuk terus melanjutkan reformasi yang telah dirintis.