Viral Grup Facebook 'Fantasi Sedarah', DPR Desak Polisi dan Komdigi Bertindak Tegas

photo author
REDAKSI, Metro Selebes
- Sabtu, 17 Mei 2025 | 06:33 WIB
Ilustrasi media sosial Facebook - muncul grup FB yang viral karena membahas inses.  (Foto : Unsplash/Dawid Sokolowski)
Ilustrasi media sosial Facebook - muncul grup FB yang viral karena membahas inses. (Foto : Unsplash/Dawid Sokolowski)

JAKARTA, METROSELEBES.COM - Jagat media sosial dihebohkan dengan kemunculan grup Facebook bernama ‘Fantasi Sedarah’ yang diduga menjadi wadah berbagi cerita inses antar anggotanya.

Grup yang kini viral itu bahkan tercatat memiliki lebih dari 30 ribu anggota, meski memuat konten yang dinilai sangat menyimpang dan tidak bermoral.

Baca Juga: Chemistry Rahasia: Duet Dewi Perssik dan Nabil Bikin Netizen Heboh

Tangkapan layar dari isi grup tersebut beredar luas di berbagai platform, termasuk X (sebelumnya Twitter) dan Instagram, menampilkan percakapan para anggota yang mengklaim memiliki hubungan sedarah dan membagikan cerita-cerita menyimpang.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, dengan tegas mengecam keberadaan grup tersebut dan mendesak pihak kepolisian bersama Komisi Komunikasi Digital (Komdigi) untuk segera menindak tegas para pelaku.

“Ini sangat menjijikkan, karenanya saya minta Polisi dan Komdigi telusuri dan tindak para pengelola maupun anggota grup kotor tersebut,” tegas Sahroni dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 15 Mei 2025.

Baca Juga: Jarang Terekspos, Ternyata Ayah Syifa Hadju Juga Berkiprah di Dunia Hiburan

Menurut Sahroni, grup tersebut bukan hanya melanggar norma sosial, namun berpotensi menimbulkan kejahatan seksual yang sangat merugikan, terlebih jika narasi-narasi menyimpang itu sampai diwujudkan dalam tindakan nyata.

“Kalau tidak kita hentikan dan sampai fantasinya jadi kenyataan, ini akan menyebabkan pidana kekerasan seksual yang luar biasa menghancurkan korban,” ujarnya.

Ia juga menyoroti adanya foto-foto anak-anak yang diunggah ke dalam grup tersebut, yang bisa berdampak buruk dan menyasar korban yang rentan secara psikologis.

Lebih lanjut, Sahroni meminta aparat penegak hukum untuk melacak seluruh aktivitas grup tersebut, termasuk para anggota yang aktif, guna dilakukan pembinaan dan tindakan tegas sebelum terjadi kejahatan yang lebih serius.

Baca Juga: Tiga Lapis Tameng Tak Terlihat: Perlindungan Tersembunyi bagi Pahlawan Devisa

“Jadi mereka harus dicari, dan dibina secara psikologis, dan kita hentikan mereka sebelum kejadian,” katanya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan ruang pada kelompok-kelompok penyimpang di media sosial, serta melaporkan jika menemukan aktivitas serupa di lingkungan sekitar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X