JAKARTA, METROSELEBES.COM – Pemerintah Indonesia menyambut antusias minat investasi Argentina dalam sektor pertanian, terutama pada pengembangan teknologi dan penyediaan protein hewani.
Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung antara Wakil Menteri Pertanian RI, Harvick Hasnul Qolbi Sudaryono, dan Wakil Menteri Pertanian Argentina, Agustin Tejeda Rodriguez, kedua negara membahas potensi kerja sama strategis yang saling menguntungkan dan tetap menempatkan kepentingan nasional sebagai prioritas utama.
Fokus utama pembahasan melibatkan peluang transfer teknologi, penguatan ketahanan pangan, dan peningkatan ketersediaan protein hewani berbasis prinsip keberlanjutan.
Baca Juga: 3 Ribu Rumah untuk Pejuang Lapangan: Terobosan Sunyi yang Mengubah Hidup
Pemerintah Indonesia menetapkan tiga syarat utama yang harus dipenuhi Argentina, yakni: harga produk yang kompetitif, prinsip imbal dagang yang memberi akses untuk produk pertanian Indonesia di pasar Argentina, serta jaminan sertifikasi halal bagi seluruh produk hewaninya.
Langkah ini dinilai sejalan dengan program prioritas pemerintah dalam penyediaan pangan bergizi dan penguatan ketahanan pangan nasional.
Kerja sama internasional ini diharapkan mampu mendukung transformasi sistem pertanian nasional agar lebih adaptif terhadap tantangan global.
Baca Juga: Gerakan 80 Ribu Koperasi Desa: Revolusi Ekonomi dari Pinggiran yang Siap Mengguncang 2025
Sebelumnya Indonesia juga tengah menjajaki kolaborasi dengan Brasil dan negara-negara Afrika dalam bidang agroteknologi dan diversifikasi sumber pangan berbasis protein nabati dan hewani.
Langkah ini memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan global melalui kerja sama lintas kawasan.***
Artikel Terkait
3 Ribu Rumah untuk Pejuang Lapangan: Terobosan Sunyi yang Mengubah Hidup
PM Malaysia Bahas Penembakan MH17 dengan Presiden Rusia Putin
Gerakan 80 Ribu Koperasi Desa: Revolusi Ekonomi dari Pinggiran yang Siap Mengguncang 2025
Michael Sinaga Heran Diperiksa Terkait Skandal Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Langkah Diam-Diam Pemerintah Siapkan Sekolah Rakyat, Ada Apa di 2025?
DPR Nilai Sistem 8 Syarikah Bikin Kacau, Desak Menag Segera Lakukan Evaluasi
Marak Kasus Keracunan MBG, Kepala BGN Bantah Ada Pengiritan Kualitas Makanan
Roy Suryo Usai Diperiksa Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi: Saya Pilih-Pilih Jawab Pertanyaan Penyidik
Langkah Merah Putih: Strategi Diam-Diam Pemerintah Tekan Biaya Notaris Koperasi Desa
Aroma Busuk di Balik Bantuan Rumah: Skandal BSPS di Sumenep Terendus di Jakarta”