Transformasi Perkebunan Dimulai dari Kampus: Strategi Baru Kementan Gaet Mahasiswa Jadi Garda Tani Masa Depan

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Rabu, 14 Mei 2025 | 13:33 WIB
Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto, dalam kuliah umum di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam memperkuat sektor perkebunan yang berdaya saing. (Instagram ditjenperkebunan)
Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto, dalam kuliah umum di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam memperkuat sektor perkebunan yang berdaya saing. (Instagram ditjenperkebunan)

 

MEDAN, METROSELEBES.COM - Generasi muda kembali menjadi sorotan utama dalam strategi besar transformasi pertanian Indonesia.

Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto, dalam kuliah umum di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam memperkuat sektor perkebunan yang berdaya saing.

Kegiatan bertajuk “Transformasi Pertanian Indonesia: Swasembada Pangan melalui Inovasi, Kolaborasi, dan Pemberdayaan Masyarakat”

ini menjadi ruang inspirasi sekaligus ajakan terbuka bagi generasi muda untuk mengambil peran nyata dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Baca Juga: Kementan Dorong Kaltim Jadi Lumbung Pangan Nasional dalam 2 Tahun

Heru memaparkan bahwa hingga Maret 2025, subsektor perkebunan ditargetkan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional dengan nilai ekspor mencapai Rp172,8 triliun atau 94,29% dari total ekspor pertanian.

Angka ini memperlihatkan potensi besar yang bisa digarap lebih maksimal jika generasi muda dilibatkan secara aktif.

Ia menekankan pentingnya transformasi menyeluruh melalui inovasi teknologi, penguatan riset, digitalisasi pertanian presisi, hingga hilirisasi komoditas sebagai strategi utama peningkatan nilai tambah produk perkebunan.

“Kalau petani kuat, pasarnya jelas, teknologinya tepat, maka kita bukan cuma swasembada—tapi berdaulat,” ungkapnya penuh semangat.

Baca Juga: Rombongan Pertama Jemaah Haji Khusus Tiba di Saudi, Ini Bedanya dengan Haji Reguler

Sebagai bentuk konkret dukungan terhadap program nasional, Direktorat Jenderal Perkebunan juga menargetkan penanaman padi gogo di lahan perkebunan seluas 503.457 hektare di lebih dari 30 provinsi, termasuk Kalimantan Barat, Riau, Aceh, dan Sumatera.

Kementerian Pertanian melalui Ditjen Perkebunan juga menyoroti pentingnya kerja sama multipihak.

Dalam program revitalisasi petani muda, kementerian telah menjalin kolaborasi dengan lembaga pendidikan tinggi, pemerintah daerah, dan pelaku usaha untuk mempercepat adopsi teknologi serta mendorong lahirnya agropreneur muda.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X