MADINAH, METROSELEBES.COM - Sebanyak 41 jemaah haji khusus dari dua konsorsium PIHK tiba di Bandara AMAA, Madinah, Senin (13/5/2025).
Kedatangan ini menandai dimulainya gelombang haji khusus tahun 2024.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mengawasi penuh layanan PIHK.
"Kami bertugas memastikan semua pelayanan sesuai kontrak dan hak jemaah terpenuhi," ujar Abdul Basir, Kepala Daker Bandara.
Baca Juga: Lansia dan Jemaah Risti Tak Perlu Turun di Bir Ali, Pembimbing Ibadah Bantu Lafal Niat di Dalam Bis
Berbeda dari haji reguler, seluruh layanan haji khusus diatur oleh PIHK.
Pemerintah berperan sebagai pengawas, mulai dari transportasi, akomodasi, hingga layanan di Armuzna.
Kuota haji khusus tahun ini sebanyak 17.680 orang atau 8% dari kuota nasional.
Jemaah berangkat secara fleksibel tanpa sistem gelombang, namun tetap dalam pantauan petugas.
Baca Juga: AS Longgarkan Tarif Impor dari China, E-Commerce Bernapas Lega
"Jadwal fleksibel bukan berarti tanpa pengawasan. Kami pantau dari awal kedatangan hingga pulang," tegas Basir.
Artikel Terkait
Brasil Gaet Investasi Hijau dari China, Termasuk Bahan Bakar Penerbangan Ramah Lingkungan Senilai USD 1 Miliar
AS Longgarkan Tarif Impor dari China, E-Commerce Bernapas Lega
Pengungsi Kulit Putih dari Afrika Selatan Disambut di AS, Tuai Kontroversi
Trump Incar Triliunan Dolar di Teluk, Abaikan Isu Gaza dan Iran
Honda Tunda Proyek EV di Kanada, Laba Anjlok Akibat Tarif Trump
Harapan Baru Damai Rusia-Ukraina: Apakah Jalan Menuju Perdamaian Terbuka Kembali?
India Siapkan Balasan Dagang untuk AS, Pertimbangkan Pengenaan Bea Masuk Baru
Aktor Legendaris Gérard Depardieu Hadapi Putusan Hukum: Ujian Besar Dunia Perfilman Prancis
Pemuda Ditangkap Setelah Kebakaran di Rumah Lama Perdana Menteri Inggris
Lansia dan Jemaah Risti Tak Perlu Turun di Bir Ali, Pembimbing Ibadah Bantu Lafal Niat di Dalam Bis